Menu

Mode Gelap
 

Pendidikan

Sekolah Lima Hari Dinilai Efektif, BMPS Sumut: Waktu Belajar Lebih Padat, Waktu Libur Lebih Berkualitas

badge-check


					Sekolah Lima Hari Dinilai Efektif, BMPS Sumut: Waktu Belajar Lebih Padat, Waktu Libur Lebih Berkualitas Perbesar

Keterangan gambar : Photo bersama usai Penandatanganan Pakta Integritas dalam rangka mendukung Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Bersih Tahun 2025 Provinsi Sumatera Utara di Hotel Grand Mercure Jalan Sutomo Nomor 1 Medan, Rabu (14/5/2025).(Imformatika)

MEDAN – telisik.co.id/

Wacana penerapan sekolah lima hari disambut baik oleh Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Sumatera Utara. Kebijakan ini dinilai mampu mendukung penguatan karakter siswa serta memberi ruang bagi pengembangan diri di luar jam pelajaran formal.

Ketua Bidang Organisasi BMPS Sumut, Hasan Basri, menyampaikan hal ini di sela Konsolidasi Wilayah dan Penandatanganan Pakta Integritas dalam rangka mendukung Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Bersih Tahun 2025, yang berlangsung di Hotel Grand Mercure, Medan, Rabu (14/5/2025).

“Model lima hari sekolah ini sudah pernah dijalankan di Medan. Dengan penambahan jam belajar dan pemadatan materi, proses pembelajaran jadi lebih terstruktur dan intensif.

Senin sampai Jumat siswa fokus belajar, sementara Sabtu bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pengembangan diri,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyesuaian jam belajar juga mendukung program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Dengan jam pulang yang lebih lama, siswa bisa mendapatkan makan siang di sekolah secara optimal.

Hasan menekankan, Sabtu bukan berarti waktu kosong sepenuhnya.

“Sabtu bisa jadi ruang untuk siswa memperdalam minat dan bakatnya, mulai dari kegiatan bersama orang tua,

organisasi intra sekolah, kursus, olahraga, hingga kegiatan keagamaan.

Ini penting untuk membentuk karakter dan kecakapan hidup anak di luar akademik,” tambahnya.

Di tengah kesibukan orang tua masa kini, model sekolah lima hari juga diyakini bisa menciptakan waktu berkualitas (quality time) antara orang tua dan anak.

Wacana ini sejalan dengan visi Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Nasution yang merancang sistem pembelajaran SMA/SMK negeri dan swasta menjadi lima hari mulai tahun ajaran 2026/2027.

Saat ini, Dinas Pendidikan Sumut tengah melakukan kajian mendalam terkait hal tersebut.

“Paling cepat, implementasi kebijakan ini akan dimulai pada tahun ajaran baru 2026/2027,” kata Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, usai acara.

Nayla, siswi SMA Pangeran Antasari, turut mendukung kebijakan ini. Menurutnya, lima hari sekolah memberikan fleksibilitas untuk mengembangkan aktivitas di luar sekolah.

“Saya ikut les Bahasa Inggris dan latihan bola voli. Kalau Sabtu libur, bisa lebih fokus latihan dan ikut kegiatan lainnya,” ujar Nayla.(yg/rel

 

Facebook Comments Box

Lainnya

147 Pengajar Al-Qur’an Ikuti Bimtek di Langkat

16 Februari 2026 - 19:41 WIB

Tinjau MBG di SMAN 1 Gunungsitoli, Bobby Nasution Pastikan Program Presiden Berjalan Optimal

13 Februari 2026 - 09:07 WIB

Tiorita Hadiri Capping Day Akbid Langkat, 27 Mahasiswa Resmi Kenakan Cap

12 Februari 2026 - 18:24 WIB

Bobby Nasution Minta Relaksasi UKT Mahasiswa Korban Bencana saat Pelantikan Rektor USU

28 Januari 2026 - 23:55 WIB

ULB–SawitPRO Teken Kerja Sama Strategis di Bidang Agri-Teknologi

25 Januari 2026 - 21:08 WIB

Hits di Pendidikan