MEDAN— telisik.co.id/
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, mengajak seluruh siswa SMA/SMK/SLB se-Sumut untuk bangga dan berperan aktif mempromosikan Danau Toba sebagai warisan alam dan budaya yang diakui dunia.
Hal ini disampaikan Bobby dalam kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Toba Caldera UNESCO Global Geopark yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut secara daring melalui Zoom Meeting.
“Sumut memiliki satu kisah dan kawasan luar biasa, yakni Danau Toba. Anugerah Tuhan ini harus kita kenali, banggakan, dan ceritakan ke dunia,” ujar Bobby.
Ia menekankan bahwa kebanggaan terhadap Danau Toba harus dimulai dari generasi muda.
“Kalau sudah kenal, akan tumbuh rasa sayang. Dari situ kita akan menjaga dan mempromosikannya secara sadar,” lanjutnya.
Dengan diterapkannya kebijakan sekolah lima hari, Bobby juga mendorong siswa dan keluarga untuk memanfaatkan akhir pekan mengunjungi Danau Toba dan berbagai geosite-nya.
Ia juga mengimbau pihak sekolah untuk lebih banyak mengadakan kegiatan luar kelas yang mendukung pengenalan kawasan Danau Toba.
“Studi tour ke Danau Toba bisa menjadi bentuk nyata dukungan kita agar kawasan ini tetap menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark,” kata Bobby.
Kegiatan ini diikuti lebih dari 72.000 siswa dari 726 sekolah di Sumatera Utara. Hadir dalam acara ini GM Badan Pengelola Kaldera Toba Azizul Kholis,
Dewan Pakar RE Nainggolan, Plt Kadis Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumut Dikky Anugerah, dan Kadis Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga.
Plt Kadis Budpar Ekraf Sumut, Dikky Anugerah, mengatakan kegiatan ini bertujuan menyebarluaskan pengetahuan tentang Danau Toba kepada siswa sebagai danau vulkanik terbesar di dunia.
Sementara itu, Kadis Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, mengingatkan bahwa status Kaldera Toba saat ini dalam kondisi “kartu kuning” dari UNESCO, dan sedang menuju tahap revalidasi pada Juli 2025.
“Kita harap keterlibatan siswa bisa memperkuat upaya bersama agar Kaldera Toba kembali mendapat ‘kartu hijau’ dan tetap menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark,” kata Alexander.
Azizul Kholis menambahkan bahwa Danau Toba adalah taman bumi terbaik di Indonesia karena memiliki kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya.
Untuk mendukung revalidasi, ia mendorong sekolah mengadakan lomba menulis, membentuk Geopark Corner, dan menyebarluaskan informasi melalui berbagai media edukatif.
“Kita harus bersatu dan serius menjaga Danau Toba. Kolaborasi adalah kunci,” tegas Azizul.(yong)















