Medan – telisik.co.id/
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menegaskan komitmennya untuk menjaga dan melestarikan Ekosistem Batangtoru, salah satu kawasan hutan tropis paling bernilai di Indonesia.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumut Surya saat membuka Dialog Para Pihak dan Sosialisasi Kelompok Kerja (Pokja) Perlindungan dan Pengelolaan Terpadu Ekosistem Batangtoru di Hotel Santika Medan, Selasa (24/6).
“Batangtoru bukan sekadar hutan, tapi sumber kehidupan. Di dalamnya hidup Harimau Sumatera, Beruang, Rangkong, hingga Orangutan Tapanuli yang langka. Ini tanggung jawab kita bersama untuk melindunginya,” ujar Surya.
Hutan Batangtoru yang membentang di empat daerah, yakni Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Kota Sibolga, sudah dijaga turun-temurun oleh masyarakat adat.
Namun, ancaman kerusakan tetap ada, mulai dari berkurangnya populasi satwa hingga risiko bencana.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Sumut telah membentuk Pokja Perlindungan Ekosistem Batangtoru lewat Keputusan Gubernur Nomor 188.44/156/KPTS/2025. Pokja ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, swasta, dan mitra pembangunan untuk merumuskan dan mengawal upaya perlindungan kawasan secara terpadu.
Surya juga meminta agar sinkronisasi pembangunan, kebijakan tata ruang, serta pelibatan masyarakat terus diperkuat. "Forum ini harus jadi motor penggerak perlindungan Batangtoru sekaligus penguatan ekonomi kerakyatan berbasis alam,” tegasnya.
Kepala Dinas LHK Sumut Yuliani Siregar menegaskan, perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan juga harus menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan sesuai arahan Gubernur Bobby Nasution.
Acara ini dihadiri unsur pemerintah daerah, akademisi, LSM, serta perwakilan perusahaan yang beraktivitas di sekitar Batangtoru. (WIS)
















