Gambar Bank : Photo Bank BRI sebagai Bank Negara.(poto ilustrasi)
Batang Serangan – telisik.co.id/
Prilaku tak profesional oknum petugas Bank BRI Unit Batang Serangan berinisial We menuai sorotan tajam.
Pasalnya, We diduga mencoba “bermain-main” dengan dana milik nasabah bernama Suryani dengan cara melakukan blokir saldo tabungan melebihi jumlah kewajiban kredit yang harus dibayarkan.
Dugaan akal-akalan ini terungkap setelah Suryani merasa janggal dengan saldo rekeningnya.
Kasus ini bermula ketika Suryani, nasabah BRI Unit Batang Serangan, melakukan rutinitas pembayaran cicilan pinjaman sebesar Rp7 juta yang biasa ia lakukan melalui ATM.
Tak lama berselang, Suryani mendapat informasi dari rekannya bahwa ada transfer masuk ke rekeningnya sebesar Rp26 juta.
Namun alangkah terkejutnya ia saat mendatangi kantor BRI pada Senin pagi (1/7/2025) untuk mengecek saldo, ternyata dananya sudah berkurang Rp3 juta.
“Baru dicek uang Rp26 juta itu tinggal Rp23 juta. Saya heran kenapa bisa begitu, padahal saya belum ada transaksi penarikan,” ujar Suryani dengan nada kesal.
Tak tinggal diam, Suryani langsung mempertanyakan hal ini kepada We, petugas bank yang menangani administrasi kreditnya.
Alih-alih memberikan penjelasan transparan, We justru berbelit-belit dan terkesan berupaya menghindar. Barulah setelah Suryani naik pitam, rekeningnya dibuka blokir dan dana dikembalikan.
“Setelah ibuk itu marah-marah, baru uangnya dikembalikan, blokir rekening dibuka,” terang salah seorang kerabat korban yang turut mendampingi.
Ironisnya, saat dikonfirmasi wartawan, We justru mengakui tindakan tersebut sembari mengeluarkan alasan yang dinilai mengundang tanya.
“Iya benar Pak, itu nasabah kami atas nama Ibu Suryani. Pemblokiran itu sudah kesepakatan awal waktu akad kredit.
Soal dana Rp3 juta itu bukan diambil, cuma diblokir dan sudah saya bukakan kembali. Itu langsung masuk ke pembayaran pinjaman,” dalih We.
Lebih mengejutkan lagi, We mengaku ada tindakan pemblokiran saldo sebesar Rp10 juta yang dilakukannya secara tidak sengaja. Bahkan ia dengan enteng menyebut perbuatan itu sekadar iseng.
“Itu Pak, usil-usil tangan saya aja, lagian uangnya sudah dikembalikan kok,” ujar We dengan santai.
Saat ditanya kenapa jumlah blokir melebihi tagihan kredit, We justru memberikan jawaban tak masuk akal.
“Itulah Pak, saya pun cemanalah… tangan ini, tapi begitu ibu itu nanya langsung saya buka blokirnya,” ujarnya ketus.
Tindakan We ini jelas mencoreng citra BRI, terlebih menyangkut keamanan dan kepercayaan nasabah terhadap lembaga keuangan tersebut.
Masyarakat berharap pihak BRI segera melakukan evaluasi dan memberi sanksi tegas terhadap oknum seperti ini demi menjaga integritas layanan perbankan.(Redaksi)
















