Labura – TELISIK.CO.ID
Slogan “Melayani Setulus Hati” seharusnya menjadi semangat pelayanan seluruh karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Namun, kenyataan berbeda dialami sejumlah warga di Kecamatan Tanjung Ledong, Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Mereka mengaku kecewa lantaran pengajuan pinjaman usaha mikro melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Unit Tanjung Ledong, Cabang Tanjung Balai, justru dipersulit.
Salah satu warga Lingkungan Kampung Baru IV, Kelurahan Tanjung Ledong, berinisial YU, mengungkapkan kekecewaannya setelah hampir dua bulan menunggu pencairan pinjaman KUR yang ia ajukan sejak September lalu.
“Saya sudah mengajukan pinjaman hampir satu bulan, bahkan sudah disurvei oleh mantri bernama Samson Samosir.
Katanya nama saya bersih, tidak ada tunggakan atau pinjaman lain di BI checking.
Tapi sampai sekarang tidak juga ada kabar pencairan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (1/11/2025).
YU juga mengaku sulit menghubungi pihak BRI. Teleponnya kerap tidak diangkat, bahkan nomor ponselnya disebut sudah diblokir oleh petugas.
“Saya sudah ke kantor BRI langsung, tapi tidak ada kejelasan. HP saya juga ditolak terus.
Saya hanya ingin tahu, kalau memang tidak bisa dicairkan, kenapa berkas saya tidak dikembalikan,” tambahnya kesal.
Kekecewaan serupa juga dirasakan HM (60), warga Sei Apung. Melalui anaknya, HM menyampaikan bahwa pengajuan pinjaman usahanya ke BRI Tanjung Ledong juga tidak kunjung cair, meski telah disurvei oleh mantri bernama Jali.
“Orang tua saya tidak punya masalah di BI checking, agunannya pun jelas kebun sawit. Tapi sampai sekarang belum juga cair.
Bahkan, Kepala BRI Agus Salim sudah memblokir nomor saya karena sering saya tanya,” ungkap anak HM.
Warga menilai pelayanan BRI Unit Tanjung Ledong tidak transparan dan jauh dari semangat “melayani setulus hati” seperti yang menjadi motto bank pelat merah tersebut.
Sementara itu, Kepala BRI Unit Tanjung Ledong, Agus Salim, saat dikonfirmasi wartawan pada Kamis (31/10/2025), memilih tidak memberikan komentar terkait keluhan warga.
Hal yang sama juga dilakukan mantri BRI Samson Samosir, yang tidak membalas pesan WhatsApp wartawan meski tanda pesan telah terbaca.(Arif)















