Poto : Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution di Kantor Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Selasa (2/12/2025).(Wis)
TAPTENG – TELISIK.CO.ID
Untuk mengatasi antrean panjang BBM yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara, Pertamina memastikan akan menambah jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang beroperasi penuh selama 24 jam.
Kebijakan ini diputuskan dalam rapat darurat penanganan bencana yang dipimpin Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution di Kantor Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Selasa (2/12/2025).
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 90 SPBU di Kota Medan, dan 40 di antaranya sudah beroperasi 24 jam.
Hasil rapat menyepakati penambahan SPBU siaga menjadi sekitar 60 unit, bahkan ditargetkan meningkat hingga seluruh SPBU di Medan dapat beroperasi penuh tanpa henti.
“Medan saat ini ada 90 SPBU, 40 SPBU beroperasi 24 jam. Hasil rapat tadi akan kita tambah menjadi kurang lebih 60 SPBU, dan jika memungkinkan, sampai 90 SPBU beroperasi penuh,” ujar Ega.
Ia juga menegaskan bahwa stok BBM di Medan dalam kondisi aman. Dua kapal pengangkut BBM telah bersandar dan selesai melakukan bongkar muatan di terminal BBM Medan.
“Stok kami aman karena dua kapal sudah bersandar di terminal Medan. Untuk mengurangi antrean, SPBU yang beroperasi 24 jam akan segera ditambah,” tegasnya.
Distribusi BBM di Tapteng–Sibolga Dipercepat
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia turut menyoroti hambatan distribusi BBM ke wilayah Tapanuli Tengah dan Sibolga akibat kerusakan akses jalan pascabencana.
Ia memastikan mulai malam ini upaya percepatan masuknya BBM ke dua wilayah tersebut akan dilakukan.
“Selama ini BBM terkendala masuk ke Tapteng karena persoalan jalan. Malam ini kita upayakan, dari pelabuhan Sibolga kita dorong agar BBM bisa segera masuk,” jelas Bahlil.
Ia juga menginstruksikan Pertamina Patra Niaga untuk mengaktifkan lima SPBU di daerah terdampak, dan seluruhnya harus beroperasi 24 jam tanpa penggunaan barcode untuk sementara waktu.
“Dari tiga pompa bensin aktif, saya minta dinaikkan menjadi lima dan semuanya harus siaga 24 jam. Tidak perlu pakai barcode dulu, ini langkah darurat.
Tapi saya mohon kepada masyarakat, jangan disalahgunakan—gunakan sesuai kebutuhan,” tegasnya.(Wis)















