Foto : Lokasi yang digrebek petugas terlihat kosong. Padahal disini diketahui sebagai baraknya narkoba.(ist)
Labuhanbatu – TELISIK.CO.ID
Aksi Grebek Sarang Narkoba (GSN) yang dilakukan Polsek Bilah Hulu di kawasan lahan sawit Lingkungan Aek Riung II, Kelurahan Sigambal, Kecamatan Rantau Selatan, Minggu (28/12/2025), justru menyisakan lebih banyak pertanyaan dibanding jawaban.
Penggerebekan yang disebut sebagai “respon cepat” itu dilakukan setelah Kapolsek Bilah Hulu AKP Redi Sinulingga menerima laporan masyarakat terkait maraknya transaksi narkotika jenis sabu di lokasi tersebut.
Aktivitas peredaran narkoba di kawasan perkebunan itu disebut sudah lama dan meresahkan warga.
Namun, ketika personel Polsek Bilah Hulu yang dipimpin Kanit Reskrim IPDA Syafrudi Harahap tiba di lokasi, tidak satu pun pelaku atau transaksi narkoba yang berhasil diamankan.
Petugas hanya menemukan “jejak” berupa sepuluh plastik klip kosong, dua mancis, dan dua alat hisap sabu (bong) yang tertinggal di areal kebun sawit.
Barang bukti itu pun menimbulkan kesan bahwa lokasi tersebut memang kerap digunakan, tetapi para pelaku diduga telah lebih dulu “menghilang”.
Situasi ini memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat:
apakah informasi bocor sebelum penggerebekan, ataukah pola operasi yang selama ini masih mudah terbaca oleh para pelaku narkoba?
Kapolres Labuhanbatu AKBP Choky Sentosa Meliala melalui Plt Kasi Humas IPTU Arwin menyebut GSN tersebut sebagai bentuk kehadiran Polri dalam menindaklanjuti laporan warga.
Ia menegaskan bahwa pemantauan dan penindakan akan terus dilakukan untuk menjaga lingkungan tetap kondusif dan bebas narkoba.
Namun bagi warga, penggerebekan tanpa penangkapan dianggap belum menyentuh akar persoalan.
Pasalnya, peredaran sabu di kawasan tersebut disebut sudah berlangsung cukup lama dan tidak mungkin berjalan tanpa jaringan yang rapi.
“Kalau hanya dapat bong dan plastik kosong, bandarnya ke mana?” ujar salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Meski Kepala Lingkungan menyampaikan apresiasi atas kehadiran polisi, sebagian warga berharap aparat tidak berhenti pada operasi simbolik semata.
Mereka mendesak penindakan yang lebih serius, terarah, dan mampu menyentuh pelaku utama, bukan hanya menyisir lokasi setelah situasi “kosong”.
Seluruh barang bukti kini diamankan di Mapolsek Bilah Hulu untuk kepentingan penyelidikan lanjutan.
Publik pun menunggu, apakah penyelidikan itu benar-benar berujung pada pengungkapan jaringan, atau kembali berakhir tanpa tersangka.
Laporan: Arif















