Foto : Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kota Medan terlihat berjibaku membersihkan lumpur di Aceh Tamiang pasca banjir dan lumpur.(ist)
Medan – Telisik.co.id
Semangat kemanusiaan personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (Damkarmat) Kota Medan tak padam meski berjibaku dengan lumpur dan sisa banjir.
Selama hampir satu bulan penuh, korps baju biru ini menjalankan misi kemanusiaan di Kabupaten Aceh Tamiang, pascabanjir besar yang melumpuhkan aktivitas pemerintahan dan kehidupan masyarakat.
Terhitung sejak 7 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, puluhan personel Damkarmat Kota Medan terus berada di lapangan, membersihkan material banjir yang menutup perkantoran, rumah ibadah, hingga permukiman warga.
Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam upaya pemulihan wilayah terdampak agar aktivitas sosial dan pemerintahan kembali berjalan normal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Damkarmat Kota Medan, Wandro Abadi Agnellus Malau, saat dikonfirmasi Jumat (2/1/2026), mengatakan pembersihan dilakukan secara menyeluruh di titik-titik vital.
“Petugas kami membersihkan sejumlah fasilitas umum, mulai dari Kantor Bupati, kantor dinas, kantor kecamatan,
hingga rumah ibadah, sekolah, dan permukiman warga. Salah satu titik terdampak paling parah adalah Desa Kota Lintang Bawah,” ujar Wandro Malau.
Untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan pekerjaan, Damkarmat Kota Medan mengirimkan personel secara bertahap.
Pada gelombang pertama dan kedua diterjunkan sebanyak 52 personel, disusul 14 personel pada gelombang ketiga.
Tak hanya mengandalkan tenaga manusia, Damkarmat juga mengerahkan armada pendukung guna mempercepat proses pembersihan.
Armada yang diturunkan antara lain 1 unit Fire Truck kapasitas 10.000 liter, 1 unit Fire Truck 5.000 liter, 1 unit Fire Rescue, 1 unit Fire Jeep Commando, serta 1 unit mobil angkut personel.
Meski mengirimkan kekuatan yang signifikan ke daerah terdampak bencana, Wandro Malau menegaskan kesiapsiagaan Damkarmat Kota Medan dalam menangani kebakaran di wilayah Kota Medan tetap terjaga.
“Kami pastikan pengiriman bantuan ini tidak mengganggu operasional Damkarmat di Medan.
Strategi penempatan personel dan armada sudah kami hitung dengan matang. Jika terjadi kebakaran besar di Kota Medan, kami tetap siap siaga,” tegasnya.
Misi kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa Damkarmat Kota Medan tidak hanya hadir saat api menyala,
tetapi juga berdiri di garis depan ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan pascabencana.(Wis/ril)















