Medan — TELISIK.CO.ID
Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus mempercepat program Medan Rapi Tanpa Kabel (Merata) sebagai bagian dari penataan infrastruktur kota sekaligus peningkatan estetika ruang publik.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Gibson Panjaitan,
saat ditemui di Jalan Zainul Arifin, Senin (9/2/2026), usai melakukan pemotongan kabel dan pembongkaran tiang utilitas secara simbolis sebagai tanda dimulainya penataan di ruas jalan tersebut.

Menurut Gibson, program Merata difokuskan pada pemutusan kabel udara yang dinilai mengganggu wajah kota,
pembongkaran tiang utilitas yang tidak lagi berfungsi atau menghambat ruang publik,
serta pemindahan jaringan utilitas ke bawah tanah melalui sistem utilitas terpadu.
“Penataan ini bertujuan menciptakan wajah kota yang lebih rapi, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.
Sebanyak 12 ruas jalan utama atau jalan kolektor ditetapkan sebagai prioritas penataan. Hingga saat ini, pengerjaan di Jalan Dr. Mansyur telah rampung sepenuhnya.
Sementara di Jalan Juanda, progres pembongkaran telah mencapai sekitar 30 persen dan ditargetkan selesai pada bulan Februari 2026.
Adapun penataan di Jalan Zainul Arifin baru dimulai pekan ini dengan fokus pada pembongkaran tiang dan pemutusan kabel udara.
Di Jalan Imam Bonjol, pekerjaan masih berlangsung berupa penggalian dan penyambungan jaringan kabel bawah tanah.
Selain keempat ruas tersebut, sejumlah lokasi lain juga masuk dalam daftar penataan, yakni Jalan Bhayangkara,
Gaperta, Karya Wisata, Metereologi, GM Panggabean, Kejaksaan, Candi Borobudur, dan Candi Mendut.
Pada beberapa ruas tersebut, sebagian jaringan utilitas telah mulai terhubung ke sistem bawah tanah.
Untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan, Pemko Medan mengintegrasikan penataan kabel dengan proyek penataan trotoar melalui skema joint program.
Tercatat, terdapat enam ruas jalan yang pengerjaan trotoarnya dilakukan bersamaan dengan penurunan jaringan utilitas ke bawah tanah.
“Langkah ini dilakukan agar penggalian tidak dilakukan berulang kali dan hasil penataan menjadi lebih rapi,” kata Gibson.
Gibson menambahkan, Pemko Medan optimistis seluruh penataan pada 12 ruas jalan tersebut dapat diselesaikan pada tahun 2026.
Tantangan utama berada pada lokasi pengerjaan yang mayoritas berada di kawasan pusat kota dengan tingkat aktivitas yang tinggi.
“Karena berada di pusat kota, koordinasi dengan para penyelenggara utilitas yang tergabung dalam Apjatel terus kami perketat agar proses galian lebih rapi, cepat, dan tidak meresahkan masyarakat,” pungkasnya.
Program Medan Rapi Tanpa Kabel ini merupakan bagian dari komitmen Pemko Medan untuk mewujudkan kota yang tertata, nyaman, dan inklusif bagi seluruh warganya.(Wis)
















