Foto : Diduga Ada Penyelewengan BBM Subsidi, SPBU Simpang Durin Mulo Disorot Warga Kuala.(ist)
Langkat – telisik.co.id
Warga Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, mengeluhkan dugaan praktik penjualan BBM subsidi secara tidak sesuai aturan di SPBU Simpang Durin Mulo (SPBU No. 14.207.172).
Keluhan ini mencuat di tengah kondisi kelangkaan BBM jenis Pertalite yang belakangan dirasakan masyarakat.
Warga mengaku harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan BBM, namun di saat yang sama, pembelian menggunakan jerigen justru diduga dilayani tanpa antrean.
“Kalau kami isi untuk kendaraan harus antre lama, tapi yang pakai jerigen malah lancar.
Ini yang bikin kami heran,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Menurut keterangan warga, aktivitas pengisian BBM menggunakan jerigen berkapasitas sekitar 35 liter itu terjadi hampir setiap hari.
Bahkan, satu pembeli disebut dapat membawa 5 hingga 20 jerigen dalam satu waktu.
Yang menjadi sorotan, aktivitas tersebut diduga berlangsung secara terbuka, termasuk pada siang hari,
tanpa terlihat adanya pembatasan atau penertiban dari pihak pengelola SPBU.
Diduga Langgar Aturan Distribusi BBM Subsidi
Mengacu pada regulasi, penyaluran BBM subsidi diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi,
Serta Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusian, dan harga jual eceran BBM.
Dalam ketentuan tersebut, BBM subsidi diperuntukkan bagi konsumen tertentu dan umumnya disalurkan langsung ke kendaraan,
Bukan untuk diperjualbelikan kembali menggunakan wadah seperti jerigen dalam jumlah besar tanpa izin.
Berdasarkan hal itu, praktik yang dikeluhkan warga diduga mengarah pada penyimpangan distribusi atau penyelewengan BBM subsidi.
Muncul Dugaan di “Backing” Oknum
Selain dugaan pelanggaran distribusi, warga juga mencurigai adanya praktik “backing” oleh oknum tertentu.
Dugaan ini muncul karena aktivitas pengisian jerigen dilakukan secara terang-terangan.
Warga mengaku kerap melihat pihak berseragam datang ke area kantor SPBU.
Namun, mereka tidak memiliki bukti dokumentasi karena khawatir mengambil foto atau video di lokasi.
“Kami takut merekam, tapi memang sering terlihat ada yang datang pakai seragam,” ungkap warga lainnya.
Warga Minta Pertamina dan Polisi Turun Tangan
Masyarakat berharap Pertamina dan aparat kepolisian, khususnya Polres Langkat, segera turun tangan untuk melakukan pengecekan langsung.
Warga menilai, jika dugaan ini benar, maka praktik tersebut tidak hanya merugikan masyarakat kecil, tetapi juga berpotensi memperparah kelangkaan BBM subsidi di wilayah tersebut.
“Kami hanya ingin BBM subsidi ini tepat sasaran. Jangan sampai yang berhak malah kesulitan,” ujar warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU Simpang Durin Mulo belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.(aspin)
















