Menu

Mode Gelap
 

Peristiwa

Ramai Isu Penculikan Wartawan di Medan, Sigit Tegaskan: Tidak Benar, Ini Miskomunikasi

badge-check


					Ramai Isu Penculikan Wartawan di Medan, Sigit Tegaskan: Tidak Benar, Ini Miskomunikasi Perbesar

 

MEDAN — telisik.co.id

Sigit Pramono, wartawan media online di Kota Medan, akhirnya buka suara terkait kabar dugaan penculikan dan intimidasi terhadap dirinya yang sempat ramai diperbincangkan publik.

Ia menegaskan informasi yang beredar merupakan kesalahpahaman akibat miskomunikasi dan meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi.

Dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026), Sigit menyebut dirinya perlu meluruskan pemberitaan yang berkembang agar tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.

“Saya, Sigit Pramono bersama rekan media lainnya ingin meluruskan terkait kabar yang menyebut saya diculik dan diintimidasi. Hal itu tidak benar, ini hanya salah paham dan miskomunikasi,” ujarnya.

Sigit menjelaskan, peristiwa bermula saat dirinya berada di sebuah kafe di Jalan Tempuling, Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat itu, ia didatangi dua pria yang belakangan diketahui ingin berbincang dengannya.

“Awalnya memang terlihat seperti ada penjemputan paksa karena miskomunikasi. Namun sebenarnya mereka mengajak saya berdiskusi dan berpindah tempat ke kafe lain. Belakangan saya tahu mereka dari TNI,” jelasnya.

Ia mengakui sempat merasa gugup dan tertekan selama perjalanan menuju lokasi lain di kawasan Jalan Tuamang, Medan Tembung.

Namun, menurutnya, kondisi tersebut lebih dipicu rasa khawatir karena belum mengetahui maksud pembicaraan.

“Tidak ada intimidasi maupun ancaman. Saya gugup karena tidak tahu apa yang ingin dibicarakan. Setelah sampai, ternyata hanya diskusi biasa,” katanya.

Terkait video klarifikasi yang sempat beredar, Sigit menegaskan pembuatan video itu dilakukan tanpa tekanan.

Video tersebut, kata dia, berkaitan dengan pemberitaan dugaan praktik minyak kondensat ilegal di Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, yang sebelumnya ia tayangkan.

Menurut Sigit, setelah melakukan peninjauan ulang lokasi, ia menyimpulkan informasi yang menyebut adanya keterlibatan oknum anggota Yonif 8 Marinir tidak terbukti.

“Klarifikasi itu saya buat dalam kondisi sadar, tanpa paksaan. Setelah saya cek langsung, ternyata informasi soal keterlibatan anggota Yonif 8 Marinir tidak benar,” ujarnya.

Ia juga mengaku tidak mengetahui bagaimana video klarifikasi tersebut kemudian beredar bersamaan dengan rekaman CCTV, sehingga memunculkan persepsi bahwa dirinya menjadi korban penculikan.

“Faktanya tidak ada penculikan. Ini hanya kesalahpahaman yang kemudian menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Sigit menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat, rekan wartawan, serta pihak-pihak yang ikut terseret dalam polemik tersebut.

“Saya secara pribadi meminta maaf kepada masyarakat dan semua pihak, khususnya TNI, juga berterima kasih kepada rekan-rekan media yang peduli terhadap saya.

Mungkin sebelumnya ada kekeliruan dalam penyampaian karena saya saat itu masih gugup dan merasa waswas,” pungkasnya.(Wis)

Facebook Comments Box

Lainnya

Bobby Nasution: Hobi Kicau Mania Bisa Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

17 Mei 2026 - 13:59 WIB

Bupati Langkat Jemput Solusi Pascabanjir ke Pemerintah Pusat

7 Mei 2026 - 19:38 WIB

Pasca Tragedi Bus ALS di Sumsel, Bobby Nasution Pastikan Korban Ditangani hingga Dipulangkan

7 Mei 2026 - 18:32 WIB

Rico Waas Bawa Pesan Kedamaian di Tengah Ribuan Jemaat Paskah Oikumene

1 Mei 2026 - 11:11 WIB

Syah Afandin Lepas 360 Jemaah Haji Langkat, Doa untuk Sumut Mengalir dari Tanah Suci

23 April 2026 - 21:05 WIB

Hits di Peristiwa