MEDAN —telisik.co.id/
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution beberapa waktu lalu mengunjungi Pesanggrahan Bung Karno di kawasan Danau Toba, Parapat, Kabupaten Simalungun.
Menariknya, ia tak hanya singgah, tetapi juga menyempatkan diri menginap dan tidur di kamar yang dahulu ditempati Presiden RI pertama, Sukarno, semasa pengasingannya.

Saat ditanya wartawan soal pengalamannya, Bobby mengaku tidur nyenyak karena udara di sana sangat nyaman.
Tindakan Bobby ini mendapat apresiasi dari Ikhwanul Maarif, pengamat politik dan mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia.
Ia menilai langkah gubernur tersebut bisa menjadi momentum promosi wisata sejarah di Sumatera Utara.
“Apa yang dilakukan gubernur patut diapresiasi. Bung Karno memiliki jejak sejarah di Sumut, bahkan terdapat dua pesanggrahan di provinsi ini,” kata Ikhwanul.
Menurutnya, hal itu bisa menjadi modal kebijakan untuk mengembangkan destinasi wisata sejarah yang menarik, seperti yang banyak dilakukan negara lain.
“Pemerintah provinsi bisa mengelaborasi dan mengkolaborasikan tempat-tempat bersejarah itu menjadi destinasi wisata sejarah unggulan,” tambahnya.
Namun ia mengingatkan, tempat-tempat bersejarah tak boleh hanya dijadikan simbol tanpa makna.
“Semangat perjuangan Bung Karno untuk rakyat juga harus jadi teladan. Pemimpin Sumut perlu melahirkan kebijakan yang benar-benar pro-rakyat,” pungkas Ikhwanul.(Yong)
















