Jakarta – telisik.co.id/
Suasana mendadak tegang di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (28/5) pagi.
Sekitar pukul 10.20 WIB, alarm kebakaran meraung keras, memaksa ratusan pegawai berhamburan keluar menuju titik kumpul evakuasi.
Ketegangan kian meningkat ketika asap tebal terlihat mengepul dari lantai lima gedung yang berlokasi di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan itu.
Beberapa menit kemudian, tiga unit mobil pemadam kebakaran lengkap dengan Bronto Skylift setinggi 104 meter tiba di lokasi, membuat warga sekitar menduga telah terjadi insiden serius di pusat pemberantasan korupsi tersebut.
Namun, kepanikan itu segera terjawab—semua hanya bagian dari simulasi!
Kegiatan tersebut merupakan latihan penanggulangan kebakaran yang digelar oleh KPK bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, untuk meningkatkan kesiapsiagaan para pegawai dalam menghadapi situasi darurat.
"Minimal setahun sekali akan kita lakukan," jelas Kepala Biro Umum KPK, Tomi Murtomo, sembari meminta maaf jika ada aktivitas kerja yang terganggu selama simulasi berlangsung.
Menurut Tomi, latihan ini penting untuk melatih “sense of emergency” para pegawai KPK, terutama dalam menghadapi potensi bencana seperti kebakaran dan gempa bumi.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan, Syamsul Huda, menegaskan bahwa latihan ini bukan hanya formalitas belaka.
“Hari ini kita saksikan sendiri, peralatan dan SDM yang ada di Gedung KPK sudah berjalan sesuai prosedur. Alhamdulillah semua berfungsi dengan baik,” tegasnya.
Meski sempat menghebohkan, simulasi ini menunjukkan bahwa Gedung KPK tak hanya siaga dalam pemberantasan korupsi, tapi juga siap menghadapi keadaan darurat.(kus)
















