Binjai – TELISIK.CO.ID
Tabrakan beruntun terjadi di ruas Jalan Tol Binjai–Langsa, Rabu (4/3) sore. Peristiwa ini sempat direkam pengguna jalan dan viral di berbagai platform media sosial.
Dalam video yang beredar, terlihat sedikitnya satu unit truk dan dua mobil penumpang mengalami kecelakaan.
Kendaraan-kendaraan tersebut tampak berhenti di badan jalan setelah diduga kehilangan jarak pandang akibat asap tebal yang menyelimuti ruas tol.
Asap pekat itu diduga berasal dari pembakaran ladang tebu di sekitar lokasi kejadian.
Kepulan asap yang terbawa angin masuk ke badan jalan hingga membuat jarak pandang pengendara menjadi sangat terbatas.
Salah seorang pengunggah video menyebutkan, asap tebal tersebut sangat mengganggu pandangan pengemudi yang melintas di jalur tol.
“Di jalan tol Binjai–Stabat terjadi kecelakaan beruntun.
Diduga akibat debu pembakaran, eh… asap pembakaran tebu,” ujar pria dalam video tersebut.
Dalam rekaman itu juga terlihat kepulan asap putih pekat menutupi sebagian ruas jalan tol.
Beberapa pengguna jalan tampak turun dari kendaraan untuk memberikan pertolongan kepada korban,
sementara petugas pengelola jalan tol berupaya mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.
Untuk mengantisipasi kecelakaan lanjutan, sirene kendaraan dibunyikan dan sejumlah rambu peringatan dipasang di sepanjang titik kecelakaan.
Hal ini dilakukan karena kondisi jalan yang masih tertutup asap sehingga berpotensi membahayakan pengendara lain.
Dalam video yang sama, terdengar seorang pria memastikan kondisi penumpang, terutama anak-anak yang berada di dalam kendaraan yang terlibat kecelakaan.
“Coba cek bang, dibawa tadi, anak-anak sudah dibawa tidak?” ucapnya.
Hingga kini belum diketahui secara pasti apakah ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Jumlah pasti kendaraan yang terlibat serta korban luka juga masih belum dapat dipastikan.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Langkat, AKP Tommy Franata saat dikonfirmasi awak media menyebutkan bahwa lokasi kejadian berada di wilayah hukum Polres Binjai.
“Masuk wilayah hukum Binjai, terima kasih,” katanya singkat.
Di sisi lain, Kasi Humas Polres Binjai AKP Junaidi mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kecelakaan beruntun tersebut.
“Belum ada laporan. Personel juga belum ada turun. Tapi memang masuk wilayah hukum Polres Binjai,” ujarnya.
Pernyataan dari kedua pihak kepolisian tersebut memunculkan kesan saling lempar tanggung jawab terkait penanganan peristiwa kecelakaan di ruas tol tersebut.
Sementara itu, publik di media sosial mempertanyakan lambannya respons aparat terhadap kejadian yang sempat viral dan membahayakan pengguna jalan. (Kus/red)
















