Labuhanbatu – TELISIK.CO.ID
Upaya pencegahan kenakalan remaja kembali digencarkan di lingkungan sekolah.
Senin (08/12/2025) pagi, halaman MTsN 1 Rantau Utara dipenuhi ratusan pelajar yang mengikuti upacara bendera dengan pembina dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Kartini, AIPTU Muhammad Ikhsan.
Melalui program Cooling System, Ikhsan tidak sekadar menjadi pembina upacara, melainkan membawa pesan penting terkait keselamatan dan ketertiban pelajar dalam berkendara maupun bergaul.
Di hadapan para siswa, ia menegaskan bahwa pelajar yang belum mencapai usia 17 tahun tidak dibenarkan mengendarai sepeda motor.
Jika pun terpaksa, ia menekankan harus menggunakan helm SNI dan tidak membawa penumpang lebih dari satu orang.
“Ini bukan soal aturan semata, tetapi soal keselamatan. Banyak kasus kecelakaan justru dialami pengendara usia sekolah karena kurang disiplin,” ujarnya.
Tak hanya lalu lintas, AIPTU Ikhsan juga menyoroti fenomena kenakalan remaja yang marak belakangan ini—mulai dari balap liar, penggunaan knalpot brong yang mengganggu warga, hingga tren begal yang melibatkan kelompok remaja.
“Jangan terpancing ajakan ajak-ajak seperti itu. Sekali ikut, dampaknya bisa panjang dan keluarga ikut tercoreng,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Labuhanbatu AKP Choky Sentosa Meliala, S.I.K., S.H., M.H., melalui PLT Kasi Humas IPTU Arwin, S.H., mengapresiasi langkah pembinaan langsung ke sekolah-sekolah.
Menurutnya, Cooling System menjadi pendekatan humanis untuk membangun kesadaran sejak dini agar pelajar dapat menjadi agen positif di lingkungannya.
“Kami ingin pelajar hadir bukan hanya sebagai penerima edukasi, tapi menjadi penyambung pesan ketertiban di rumah dan lingkungan,” ucap IPTU Arwin.
Melalui kegiatan ini, pihak kepolisian berharap karakter disiplin, sadar keselamatan, dan peduli lingkungan dapat tumbuh kuat di kalangan pelajar MTsN 1 Rantau Utara. Laporan: Arif
















