Menu

Mode Gelap
 

Peristiwa

Dibakar Santri, Tubuh Pengurus Ponpes An Nur Luka Melepuh 70 Persen

badge-check


					Dibakar Santri, Tubuh Pengurus Ponpes An Nur Luka Melepuh 70 Persen Perbesar

Hinai – Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) An Nur di Desa Batu Melenggang, Kecamatan Hinai, Langkat dibakar santrinya, Sabtu (5/10/2024) dini hari. Akibatnya, tubuh Adab Auli Riski (19) mengalami luka bakar hingga 70 persen.

Awalnya, Tersangka FAZ (17) memberi keterangan kepada polisi seolah-olah hanya sebatas sebagai saksi atas peristiwa itu. Saat dilakukan penyelidikan, penyidik kepolisian mencium adanya kejanggalan. FAZ memberikan keterangan manipulatif, untuk mengelabui aparat.

“Berawal dari kejelian dan ketelitian polisi dalam hal ini penyidik, yang melihat ada kejanggalan dari keterangan yang disampaikan oleh saksi,” ujar Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, Rabu (9/10/2024) sore.

Keterangan Manipulatif

Saksi bercerita, pada saat kejadian ada melihat seseorang lari keluar dari dalam masjid ke arah kebun sawit. Kemudian, saksi masuk ke masjid dan melihat kamar pengurus pengajar ponpes. Di sana, FAZ melihat ruangan marbot sudah terbakar.

Adab Auli Riski yang mengalami luka melepuh hingga 70 persen.

FAZ kemudian memanggil santri lain untuk minta pertolongan. Ruang marbot tersebut pun didobrak. Saat proses pemadaman api, para santri mendengar suara teriakan korban dari dalam kamar. Santri-santri tersebut lalu mendobrak pintu kamar tersebut dan menolong korban. Keterangan FAZ ini, membuat penyidik menilai ada kejanggalan.

“Ternyata hasil pendalaman yang dilakukan penyidik, saksi tersebut lah pelakunya. Jadi saksi ini memanipulasi dan merekayasa kejadian itu tidak pernah ada. Korban mengalami luka bakar hingga 70 persen, dan dirawat di RSUP Adam Malik Medan. Rencananya akan dilakukan operasi,” ujar David.

Sudah Direncanakan

Dua hari sebelum kejadian, FAZ sudah membeli BBM jenis pertalite. Artinya, peristiwa pembakaran tersebut sudah direncanakan oleh pelaku.

FAZ meminta tolong ke santri junior untuk membeli pertalite. Tapi FAZ beralasan untuk keperluan lain. Setelah itu, FAZ kemudiannya menyimpannya.

“Bisa dibilang seperti sudah direncanakan. Kemudian pas kejadian, si pelaku lagi kena piket jaga malam. Saat itu, pelaku melihat korban lengah sedang tertidur di kamar masjid. Pelaku ambil karpet untuk tidur dan dsiramnya pertalite ke karpet. Dia masukkan ke kamar di mana korban sedang tidur. Kemudian dia sulut dengan korek gas,” ujar David.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 187 KUHP Jo UU 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak. Dimana, barang siapa dengan sengaja menyebabkan kebakaran yang membahayakan nyawa orang lain, diancam 15 tahun penjara. (Ahmad)

Facebook Comments Box

Lainnya

Bupati Langkat Jemput Solusi Pascabanjir ke Pemerintah Pusat

7 Mei 2026 - 19:38 WIB

Pasca Tragedi Bus ALS di Sumsel, Bobby Nasution Pastikan Korban Ditangani hingga Dipulangkan

7 Mei 2026 - 18:32 WIB

Rico Waas Bawa Pesan Kedamaian di Tengah Ribuan Jemaat Paskah Oikumene

1 Mei 2026 - 11:11 WIB

Syah Afandin Lepas 360 Jemaah Haji Langkat, Doa untuk Sumut Mengalir dari Tanah Suci

23 April 2026 - 21:05 WIB

Yai Mim Meninggal di Tahanan, Kasus Sensitif yang Membelitnya Masih Bergulir

13 April 2026 - 19:31 WIB

Hits di Peristiwa