Langkat | TELISIK.CO.ID
Kepala Puskesmas Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Bertiana Br Pandia akhirnya angkat bicara menanggapi tudingan yang menyebut dirinya melakukan pungutan liar (pungli) terhadap para ASN dan tenaga kerja di lingkungan Puskesmas selama empat tahun terakhir.
Ditemui wartawan Jumat (31/10/2025), Bertiana menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan terlalu dilebih-lebihkan.
“Beritanya keliru. Jumlah ASN di Puskesmas saja sudah salah. ASN kami paling hanya sekitar dua puluh orang, selebihnya operator dan tenaga kontrak (TKS),” ujarnya dengan nada tenang.
Menanggapi dugaan pemotongan tunjangan kinerja (Tukin) seperti yang diberitakan sebelumnya, Bertiana dengan tegas membantah.
Ia menjelaskan, tidak pernah ada pemotongan resmi terhadap Tukin yang diterima para pegawai.
Namun, ia tidak menampik bahwa beberapa pegawai yang menerima Tukin memberikan uang terima kasih secara sukarela kepada operator yang membantu proses pembuatan laporan administrasi.
“Kalau soal Tukin itu tidak benar dipotong. Tapi memang ada beberapa yang memberi uang terima kasih kepada petugas laporan, itu pun tidak dipatok—seikhlasnya saja,” katanya.
Bertiana juga menepis dugaan adanya pemotongan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK). Ia menegaskan, pengelolaan BOK di Puskesmas Pematang Cengal mengikuti aturan yang sudah ditetapkan Dinas Kesehatan, dan tidak bisa digunakan sesuka hati.
“Dana BOK itu semua ada aturannya. Kami tidak bisa asal pakai atau potong-potong. Jadi kalau dibilang dipungli, itu keliru besar,” tegasnya.
Dalam penjelasannya, Bertiana juga menambahkan bahwa Puskesmas Pematang Cengal merupakan unit baru hasil pemekaran dari Puskesmas Pantai Cermin.
Menurutnya, kondisi puskesmas yang masih dalam tahap penyesuaian kerap menimbulkan miskomunikasi di internal, terutama terkait pembagian tugas dan administrasi keuangan.
“Puskesmas ini masih baru, masih adaptasi. Jadi kadang informasi yang keluar tidak sesuai fakta di lapangan,” ucapnya.
Duga Ada Pihak yang Sengaja Sebarkan Isu
Meski enggan memperpanjang polemik, Bertiana menduga ada pihak di internal yang sengaja menyebarkan isu miring ke luar dengan tujuan tertentu.
“Saya tidak mau menuduh, tapi bisa jadi ada di antara petugas kami yang menyebarkan kabar tidak benar. Bagi saya ini pelajaran—bahwa kebaikan yang kita kerjakan belum tentu diterima baik,” katanya lirih.
Bertiana berharap pemberitaan yang tidak berdasar seperti itu tidak lagi terjadi, karena berpotensi merusak citra tenaga kesehatan di daerah dan menimbulkan keresahan di antara pegawai.
“Kami di puskesmas bekerja untuk masyarakat, bukan untuk mencari masalah. Jadi mohon berita yang naik ke publik juga berimbang dan sesuai fakta,” pungkasnya.(Red)















