Doha – TELISIK.CO.ID
Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim telah menghancurkan radar peringatan dini paling canggih milik Amerika Serikat yang ditempatkan di Qatar, Sabtu malam, 28 Februari 2026.
Dalam pernyataan resmi yang disiarkan Radio Negara Iran dan dikutip sejumlah media internasional,
IRGC menyebut radar tersebut sebagai sistem AN/FPS-132 atau FP132, yang memiliki jangkauan deteksi hingga 5.000 kilometer.

Sistem ini disebut-sebut menjadi komponen kunci dalam infrastruktur pertahanan rudal Amerika Serikat di kawasan.
Kantor berita Rusia RIA Novosti melaporkan, Iran mengklaim radar itu digunakan untuk mendeteksi dan melacak rudal balistik, serta menjadi bagian penting dari jaringan pertahanan AS di Timur Tengah.
Serangan rudal balistik yang dilancarkan Iran disebut sebagai respons atas apa yang mereka sebut “agresi AS-Israel” pada awal pekan ini
Media Arab independen Al Mayadeen juga menyebut AN/FPS-132 sebagai radar peringatan dini strategis yang menopang sistem pertahanan rudal Amerika.
Keberadaan radar ini pertama kali diumumkan pada 2013 oleh Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS, dengan nilai proyek diperkirakan mencapai 1,1 miliar dolar AS.
IRGC menggambarkan serangan tersebut sebagai “tepat dan kuat”. Rekaman yang diklaim memperlihatkan momen serangan juga dibagikan oleh kantor berita Rusia Sputnik.
Radar FPS-132 sendiri dirancang untuk memberikan deteksi dini dan pelacakan presisi terhadap rudal balistik serta ancaman udara lainnya.
Sistem ini mampu membedakan objek ancaman dan non-ancaman secara cepat, sehingga menjadi tulang punggung sistem peringatan dini Amerika Serikat di kawasan.
Jika klaim ini terkonfirmasi, hancurnya radar tersebut berpotensi melemahkan kemampuan deteksi dini militer AS terhadap peluncuran rudal balistik di kawasan Timur Tengah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Amerika Serikat maupun otoritas Qatar terkait klaim tersebut.(Red/trb)
















