foto : Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri Tradisi Petang Belimau dan Meugang Puasa menyambut Ramadan 1447 Hijriah.(ist)
Medan – TELISIK.CO.ID
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bangsa yang kuat adalah bangsa yang menjaga kebudayaannya. Sebaliknya, bangsa yang melupakan budaya akan kehilangan jati diri.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Tradisi Petang Belimau dan Meugang Puasa menyambut Ramadan 1447 Hijriah, yang digelar Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Masjid Raya Kedatukan Sunggal Serbanyaman, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan berlangsung hangat dan sarat nuansa adat Melayu. Perhelatan budaya diawali dengan tarian tradisional Melayu yang memukau.
Para penari mengenakan busana khas hitam-putih lengkap dengan ikat kepala, menampilkan gerak harmonis yang melambangkan sukacita menyambut bulan suci.

Rangkaian acara kemudian berlanjut pada ritus Mandi Belimau. Dalam prosesi tersebut, Rico Waas mengenakan pakaian adat Melayu lengkap dengan peci hitam, dan dengan khidmat menyiramkan air rebusan limau menggunakan gayung kayu ke kepala warga secara bergantian.
Dalam sambutannya, Rico mengajak masyarakat tidak sekadar menjadikan tradisi sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi menghidupkannya dalam keseharian.
“Kalau kita mau kuat, intinya cuma satu: kebudayaan kita yang hidup ratusan tahun harus tetap ada di dunia modern ini,” ujarnya.
Ia mencontohkan bagaimana negara-negara lain mampu mempromosikan budaya mereka hingga dikenal dunia. Karena itu, masyarakat Medan diminta percaya diri menampilkan identitas budayanya sendiri, khususnya budaya Melayu yang kaya nilai sejarah dan spiritual.
Rico juga menekankan bahwa keberagaman budaya di Kota Medan merupakan kekayaan yang harus dirawat bersama. Meski bukan berlatar belakang Melayu, ia mengaku mencintai tradisi Melayu.
“Saya mungkin bukan orang Melayu, tapi saya suka berbaju Melayu, suka berdenjang Melayu, dan suka berpantun. Kalau sudah cinta, itu akan menjadi kebiasaan,” katanya disambut antusias hadirin.
Menurutnya, kecintaan terhadap budaya akan memperkuat rasa saling menghargai antar-etnis, baik Melayu, Karo, Batak, Nias, maupun suku lain yang hidup berdampingan di Tanah Deli.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga situs-situs budaya, termasuk Masjid Raya Kedatukan Sunggal, sebagai warisan sejarah dan simbol perjuangan umat terdahulu.
Rico menegaskan, Pemerintah Kota Medan berkomitmen terus mempopulerkan budaya lokal agar tetap hidup dan dikenal generasi muda.
Indonesia, katanya, memiliki kekayaan budaya luar biasa dari Aceh hingga Papua yang patut dipromosikan sebagai kebanggaan nasional.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II Sumatera Utara Sukronedi, Ketua MUI Medan H. Hasan Matsum, unsur Kerapatan Adat Diraja Kedatukan Sunggal Serbanyaman, serta Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman.(wis)
















