Aceh – TELISIK.CO.ID
Dampak banjir bandang yang terjadi di jalur Kem menuju Kota Lhokseumawe terus menyisakan kerusakan berat.
Hingga Minggu (7 Desember 2025), sebagian ruas jalan masih tertutup material longsor berupa batu berukuran besar, tanah, lumpur, hingga potongan kayu yang terseret arus sungai.
Pantauan di lapangan memperlihatkan warga bekerja ekstra keras mengevakuasi kendaraan yang tertimbun material.
Sepeda motor dan mobil yang sempat terseret lumpur diangkat dengan tenaga manual karena sulitnya alat berat menembus lokasi.
Medan terjal dan licin akibat aliran air dari tebing membuat proses berlangsung lamban.
Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa. Namun terganggunya akses jalan membuat mobilitas warga terputus.
Jalur ini merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan permukiman warga dengan pusat ekonomi dan pelayanan publik di Kota Lhokseumawe.
Petugas gabungan BPBD, TNI dan Polri dilaporkan sedang bergerak menuju lokasi untuk menyingkirkan material longsor.
Proses pembukaan jalur diperkirakan memakan waktu cukup lama karena banyaknya material batu dan kondisi tebing yang masih labil.
Warga berharap penanganan dilakukan cepat sebelum cuaca memburuk kembali.
Intensitas hujan di kawasan tersebut masih tinggi dan diperkirakan berlanjut beberapa hari ke depan.
Masyarakat diminta menghindari titik rawan longsor dan tidak memaksakan melewati jalur yang belum dibuka sepenuhnya.
Reporter: Ari Anggara Sr















