telisik.co.id/ – Jakarta
Membentuk Forum Komunikasi bagi warga di perantauan adalah langkah yang sangat baik. Forum dapat dijadikan sebagai tempat untuk bertukar informasi, memberikan dukungan, dan menjaga silaturahmi antara sesama warga yang tinggal jauh dari kampung halaman
Berangkat dari pemikiran tersebut maka lahirlah Forkamas atau Forum Komunikasi Masyarakat Stabat. Adalah Kombes ( Pol) T Yahya Jalil orang yang menjadi pengagas lahirnya Forkamas.

Keterangan gambar : Muhammad Husni saat menerima petaka Forkamas saat dilantik bersama jajaran pengurus.(yong)
Pada awalnya oleh T Yahya dibentuk wadah ISKAS ( Ikatan Silaturahmi Keluarga Stabat-) pada tahun 2012. Namun sayangnya, wadah ini tak berjalan dan vakum. Selanjutnya ISKAS berganti nama menjadi KKS atau Kerukunan Keluarga Stabat.
Tapi lagi -lagi wadah yang dibangun tadi tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. Bahkan, ISKAS sempat “mati suri” selama 10 tahun.
Kemudian beberapa tokoh Stabat diantaranya Khalid Azham, Ahmad Taufik dan Zon Fahram mengambil langkah tuk kembali membangun sebuah wadah untuk warga Stabat diperantauan.

keterangan gambar : Para pengurus Formakas yag dilantik.(yong)
Maka terbentuklah Forkamas dan dideklarasikan di Rawa Bening Jakarta periode 2012-2016. Saat itu terpilih sebagai Ketua Umum adalah Mazlan M Rambe, Sekertaris Mhd Halim S.H.M.H dan Bendahara Ahmad Taufik.
Selama dua periode Mazlan M Rambe menjabat sebagai Ketum Forkamas. Masa periodesisasi pengurus inipun berahir di tahun 2020 hingga digelar kembali musyawarah pada bulan Desember tahun 2023.
Hasil musyawarah yang digelar menghasilkan Muhammad Husni sebagai Ketua, Ibrahim Azmi, S Kom Sekertaris dan Bendahara, Zulhamsyah dilengkapi dengan seksi-seksi.
Selanjutnya kepengurusan terpilih dilakukan pengukuhan sekaligus pelatikan Sabtu (20/7) di Gedung Sabasa Polri-Jakarta. Bukti kepengurusan terpilih dituangkan dalam SK No : SK.004/ FORKAMAS/VII/2024

Hadir pada malam pelantikan tersebut, para dewan pembina, diantara H Syahrial, penasehat,tokoh masyarakat atau perwakilan dari berbagai organisasi paguyupan daerah yang ada didaerah.
Khalid Azham salah seorang pendiri Forkamas mengatakan kalau wadah ini tidak sekedar menjadi wadah berkumpul anak anak Stabat saja,di Forkamas memiliki misi dan program kerja seperti Lazis yakni Ladang Zakat Infaq Sadakah.
” Kita ada Lazis,dimana ada donatur yang mengumpulkan dana dari teman-teman,nah uang yang terkumpul dipergunakan buat anak-anak yatim khusus warga Stabat.
Misalnya,dia merantau kemari ( Jakarta) orang tuanya wafat,maka anaknya akan kita santuni biaya kehidupanya atau biaya sekolahnya.” Ujar Khalid.
Tambah Khalid lagi,selain itu kegunaan dana Lazis tadi juga bisa digunakan untuk anak-anak anggota Forkamas yang ingin khatam Al Quran,sunatan, atau kegiatan sosial lainya,intinya Forum kita ini semangatnya budaya saling membantu sesama kita diperantaun ini.” Tegas Khalid yang telah menetap di Jakarta.
Terpisah Muhammad Husni dalam sambutanya mengatakan, Forkamas adalah Forum yang sangat luar biasa,karena didirikan dan dibina orang-orang yang hebat.
Oleh sebab itu,dirinya merasa sangat terhormat dipercaya memimpin Forkamas,dan berharap dukungan dari semua pihak. ” Saya mengucapkan terimakasih yang tak terhingga karena dipercaya menjadi Ketua,ini sungguh sangat luar biasa.” Ungkapnya.( yong)















