Foto : Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima audiensi Dewan Pimpinan Daerah Perwakilan Umat Buddha Indonesia.(ist)
Medan – TELISIK.CO.ID
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima audiensi Dewan Pimpinan Daerah Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Kota Medan di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Kamis (12/2/2026).
Pertemuan tersebut membahas rencana perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang akan digelar Pemerintah Kota Medan di kawasan Kesawan pada 21 Februari 2026.
Dalam audiensi itu, Rico Waas menegaskan pentingnya menjaga harmoni dan toleransi antarumat beragama, mengingat perayaan Imlek tahun ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
Ia mengusulkan agar kegiatan dimulai setelah pelaksanaan salat tarawih guna menghormati umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah.
“Kita harus saling menghargai. Momentum ini justru menjadi contoh bahwa Medan adalah kota yang rukun dan penuh toleransi,” ujar Rico Waas.
Selain itu, ia mengusulkan penataan konsep acara dengan pembagian zona antara kegiatan Imlek, Car Free Night, serta aktivitas Ramadan agar seluruh rangkaian berjalan tertib dan nyaman bagi masyarakat.
Rico juga melihat momentum ini sebagai peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Setelah acara berlangsung, warga dapat memanfaatkan kehadiran pelaku UMKM, termasuk untuk kebutuhan santap sahur.
“UMKM harus kita libatkan. Selain mempererat kebersamaan, kegiatan ini juga berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat,” katanya.
Ia turut mengingatkan agar seluruh penampilan dalam rangkaian acara tetap memperhatikan norma dan etika, termasuk dalam hal kostum dan jenis pertunjukan, sehingga tetap menjaga suasana yang kondusif.
Sementara itu, Ketua Walubi Kota Medan Arman Chandra menyampaikan pihaknya meminta arahan pemerintah daerah agar pelaksanaan perayaan Imlek yang bertepatan dengan Ramadan dapat berjalan lancar dan harmonis.
Menurutnya, kegiatan direncanakan berlangsung di Kesawan mulai pukul 22.00 WIB, sehingga tidak mengganggu waktu ibadah umat Muslim.
Audiensi tersebut mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah dan tokoh lintas agama untuk menjaga semangat kebersamaan, toleransi, serta stabilitas sosial di Kota Medan.
Jika Anda ingin, saya bisa buatkan versi dengan angle lebih kuat pada “toleransi lintas agama” atau versi ekonomi dengan fokus pada dampak UMKM dan wisata malam Kesawan.(wis)
















