foto : Sebuah kapal nirawak L3 Harris Arabian Fox MAST-13 milik Angkatan Laut AS dan kapal pemotong USCGC John Scheuerman milik Penjaga Pantai AS melintasi Selat Hormuz pada hari Rabu, 19 April 2023.(int)
Medan – telisik.co.id
Harga minyak dunia melonjak tajam pada awal perdagangan Senin (23/3/2026), menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ultimatum kepada Iran terkait pembukaan Selat Hormuz.
Dikutip dari Channel News Asia, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei sempat melonjak 1,8 persen hingga menembus USD 100 per barel sebelum terkoreksi tipis.
Sementara itu, minyak Brent Laut Utara naik ke level USD 113,44 per barel, lalu turun ke kisaran USD 111 dalam 45 menit pertama perdagangan.
Lonjakan ini kontras dengan kondisi pada 27 Februari lalu, di mana harga WTI dan Brent masing-masing masih berada di level USD 67,02 dan USD 72,48 per barel, sebelum eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Kenaikan harga mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya pasokan energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak dan gas dunia.
Ketegangan meningkat setelah Trump melalui platform Truth Social memperingatkan bahwa militer AS akan “menyerang dan menghancurkan” infrastruktur energi Iran jika Teheran tidak membuka kembali jalur tersebut dalam waktu 48 jam.
Menanggapi hal itu, pihak militer Iran menyatakan kesiapan untuk membalas dengan menargetkan fasilitas energi serta instalasi desalinasi milik AS dan sekutunya di kawasan.
Situasi diperkeruh dengan pernyataan Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir, yang menyebut operasi militer akan diperluas dan berpotensi berlangsung lama.
Di tengah eskalasi tersebut, Iran dilaporkan meningkatkan serangan rudal dan drone ke sejumlah target energi di negara-negara sekutu AS serta kapal-kapal di kawasan Teluk.
Kondisi ini semakin memperbesar risiko terjadinya krisis energi global.(red/int)
















