BINJAI –telisik.co.id/
Pernyataan keras Partai Gerindra Sumatera Utara terkait pemberantasan narkoba rupanya belum diiringi aksi nyata di lapangan.
Dukungan dan seruan tegas yang disampaikan pasca intimidasi terhadap kadernya, Ronggur Raja Doli Simorangkir—anggota DPRD Kota Binjai—tak membuat aparat penegak hukum bergerak cepat.
Ronggur sebelumnya menyoroti razia Direktorat Narkoba Polda Sumut yang dinilai tebang pilih. Ia bahkan mengaku mendapat intimidasi dari seorang ketua ormas berinisial ST.
Merespons hal itu, Gerindra Sumut menggelar pernyataan sikap resmi, disampaikan serentak oleh pengurus DPD, DPC, PAC, hingga ranting se-Sumut, pada 8 Agustus 2025 di Medan.
Ada empat poin yang disampaikan, mulai dari dukungan penuh terhadap instruksi Presiden RI Prabowo Subianto untuk memberantas narkoba,
seruan kepada Kapolda, BNN, Lantamal, Lanud, hingga Gubernur Sumut agar menindak tegas peredaran narkoba, hingga ancaman pemecatan bagi kader partai yang terlibat narkoba.
Namun, di balik lantang suara tersebut, masyarakat menilai tak ada gerakan nyata. Sejumlah tempat hiburan malam yang diduga menjadi sarang peredaran narkoba justru masih bebas beroperasi.
Salah satunya Diskotik Marcopolo di Jalan Sei Petani, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.
“Kami sangat mendukung pernyataan Gerindra Sumut. Tapi jangan hanya bicara di gedung. Ajak aparat turun langsung, supaya keadilan benar-benar terasa.
Faktanya, Marcopolo, CDI, dan Samudera Selatan masih buka seperti biasa,” ujar Saril, warga Binjai, Senin (11/8).(Kus)















