Foto : Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution.(ist)
Deliserdang – telisik.co.id
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap relevan sebagai fondasi menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Penegasan itu disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Astaka, Jalan William Iskandar/Pancing, Deliserdang, Senin (1/6/2026).
Menurut Bobby, Pancasila bukan hanya menjadi pedoman hidup masyarakat Indonesia,
tetapi juga tetap relevan menjawab berbagai persoalan dunia di tengah ketidakpastian global.
“Pancasila sangat relevan, bukan hanya untuk seluruh masyarakat Indonesia, tetapi juga untuk kondisi global saat ini,” ujar Bobby usai memimpin upacara.
Pada momentum tersebut, Bobby turut mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sumatera Utara untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan tugas dan pelayanan publik.
Ia menegaskan, semangat Pancasila harus tercermin dalam setiap kebijakan maupun pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.
Dalam upacara itu, Bobby juga membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi.
Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan,
melainkan momentum refleksi agar nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ujar Yudian dalam pidatonya.
Yudian menilai Pancasila telah terbukti menjadi penuntun bangsa melewati berbagai tantangan zaman.
Di tengah ancaman fragmentasi, disrupsi teknologi, hingga dinamika geopolitik dunia, Indonesia dinilai tetap mampu berdiri kokoh sebagai bangsa yang bersatu di tengah keberagaman.
Keberhasilan Indonesia menjaga persatuan di tengah lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan kelompok etnis disebut menjadi bukti kuat bahwa nilai Pancasila tetap hidup dan bekerja di tengah masyarakat.
“Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” kata Yudian.
Dalam pidatonya, Yudian juga menitipkan pesan kepada para menteri dan kepala daerah agar seluruh kebijakan publik selalu berpijak pada prinsip keadilan sosial dan keberpihakan kepada rakyat.
“Kepada para Menteri dan Kepala Daerah, saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial,
memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan.
Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita,” tegasnya.
Turut hadir pada upacara tersebut Wakil Gubernur Sumut Surya, Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu,
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap, unsur Forkopimda, pimpinan OPD Pemprov Sumut, serta personel TNI, Polri, ASN, dan para pelajar.(Wis)
















