FOTO: Temu Pers bersama panitia The Caldera Culture Festival (TCCF) 2026 yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut.(ist)
MEDAN —telisik.co.id
Kabupaten Samosir bersiap menjadi pusat perhatian pariwisata dan budaya Sumatera Utara. Sekitar 2.000 peserta paduan suara dari berbagai daerah di Indonesia akan ambil bagian dalam The Caldera Culture Festival (TCCF) 2026 yang dirangkai dengan **Samosir International Choir Competition (SICC) 2026).
Ajang yang memadukan seni, budaya, pariwisata, lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat itu akan berlangsung pada 24–27 September 2026 di Kabupaten Samosir. Para peserta akan memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Sumatera Utara serta total hadiah sebesar Rp150 juta.
Mengusung tema “Gema Tanah Toba: Dari Tanah Toba Menyatukan Ragam Suara dan Budaya”, TCCF 2026 tidak hanya diarahkan sebagai pertunjukan seni, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan kekayaan budaya dan keindahan Danau Toba kepada wisatawan.
Ketua Steering Committee TCCF 2026, Mora Nasution, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar peserta dan wisatawan mendapatkan pengalaman lebih luas selama berada di Samosir.
“TCCF bukan hanya panggung pertunjukan. Kami ingin orang datang ke Samosir, mengenal budaya, menikmati Danau Toba, bertemu dengan masyarakat dan pelaku UMKM, lalu pulang membawa pengalaman yang baik,” ujar Mora dalam Temu Pers yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, Indonesia memiliki tradisi sekaligus prestasi kuat di dunia paduan suara. Kehadiran SICC diharapkan menjadi wadah bagi talenta paduan suara Tanah Air untuk mengembangkan kemampuan dan menembus panggung internasional.
“Indonesia dikenal sebagai paduan suara juara dunia. Kalau memang ini bisa menjadi perwakilan di tingkat dunia, tentu menjadi kebanggaan kita bersama,” katanya.
TCCF 2026 merupakan hasil kolaborasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), serta Pemerintah Kabupaten Samosir sebagai tuan rumah.
Untuk menjaga kualitas kompetisi, SICC 2026 menghadirkan dewan juri dari sejumlah negara, di antaranya Latvia, Singapura, Malaysia dan Indonesia.
Tak hanya bernyanyi, festival ini juga membawa pesan kuat tentang pelestarian lingkungan. Panitia bersama pihak terkait akan melakukan sejumlah kegiatan, termasuk penanaman bibit pohon di kawasan Danau Toba serta penebaran benih ikan ke perairan Danau Toba.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian ekosistem Danau Toba sekaligus mendukung keberlanjutan status Toba Caldera UNESCO Global Geopark.
Mewakili Bupati Samosir, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir, Tetty Naibaho, menyatakan dukungan penuh Pemkab Samosir terhadap pelaksanaan TCCF dan SICC 2026.
Menurutnya, event tersebut menjadi peluang strategis untuk menggerakkan sektor pariwisata sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
Sebagai tuan rumah, Pemkab Samosir terus mematangkan berbagai persiapan, termasuk memberikan edukasi kepada pelaku UMKM, pengelola hotel, homestay dan masyarakat agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung.
Tetty menyebutkan, Samosir menargetkan mampu melayani sekitar 3.000 pengunjung setiap hari selama event berlangsung.
Para pelaku usaha pariwisata juga diimbau tidak menaikkan tarif secara tidak wajar selama pelaksanaan festival.
“Ini merupakan momentum untuk memeriahkan Samosir. Kita berharap seluruh pelaku usaha dapat mendukung melalui ketaatan terhadap aturan dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada para tamu,” ujarnya.
















