foto : Tiorita turun langsung ke lapangan bersama Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, Jumat sore (11/9/2026), untuk melihat kondisi badan jalan yang amblas di Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai. Peninjauan dilakukan di tengah hujan.(Ist)
Langkat — telisik.co.id
Persoalan longsor yang mengancam akses masyarakat di jalur alternatif Langkat-Karo mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Langkat.
Di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti, SH, respons terhadap kondisi tersebut dilakukan secara cepat dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Tidak menunggu persoalan semakin parah, Tiorita turun langsung ke lapangan bersama Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, Jumat sore (11/9/2026), untuk melihat kondisi badan jalan yang amblas di Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai.
Peninjauan dilakukan di tengah hujan. Tiorita bersama Gubernur Sumut menyusuri lokasi longsor dan melihat langsung kondisi jalan yang mengalami penyempitan.
Akibatnya, kendaraan yang melintas harus bergantian karena badan jalan hanya memungkinkan satu kendaraan melintas dalam satu waktu.

Bagi Tiorita, kondisi tersebut bukan sekadar kerusakan infrastruktur, tetapi menyangkut keselamatan warga dan kelancaran aktivitas masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut.
“Ini membahayakan untuk masyarakat yang melintas, Pak,” ujar Tiorita kepada Gubernur Sumut saat menunjukkan kondisi jalan.
Tak Sekadar Meninjau, Tiorita Dorong Solusi Cepat
Jalur alternatif Langkat-Karo memiliki posisi strategis bagi masyarakat. Selain menjadi penghubung antardaerah, jalur tersebut digunakan untuk mobilitas warga, distribusi barang hingga mendukung aktivitas ekonomi dan hasil pertanian.
Karena itu, Tiorita memastikan persoalan tersebut tidak berhenti pada peninjauan. Aspirasi dan kondisi riil di lapangan langsung disampaikan kepada Gubernur Sumatera Utara.
Respons Bobby Nasution pun datang. Gubernur Sumut memastikan pemerintah akan melakukan penanganan permanen terhadap jalan tersebut.
“Ini akan segera kami kerjakan karena ini merupakan akses penting. Perbaikan permanen ditargetkan mulai dikerjakan pada Oktober 2026,” tegas Bobby.
Kepastian tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat yang selama beberapa hari terakhir harus menghadapi kondisi jalan yang menyempit akibat longsor.
Namun, Tiorita tidak hanya fokus pada badan jalan.
Air Bersih Warga Jadi Prioritas Tiorita

Longsor yang terjadi ternyata juga berdampak terhadap jaringan pipa air masyarakat. Pipa yang berada di sekitar lokasi terdampak longsor mengalami kerusakan sehingga pasokan air bersih warga ikut terganggu.
Bobby meminta persoalan tersebut tidak menunggu hingga proyek perbaikan permanen jalan dimulai.
“Sembari menunggu pekerjaan permanen dimulai, akses air yang terputus akibat jalan longsor untuk ditangani juga oleh Pemerintah Kabupaten Langkat,” tegasnya.
Instruksi tersebut langsung direspons Tiorita.
Ia memastikan Pemkab Langkat segera menangani jaringan pipa yang terputus sehingga masyarakat tidak terlalu lama mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kami akan memperbaiki dulu, Pak, pipanya yang terputus, biar masyarakat dapat air bersih,” tegas Tiorita.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana infrastruktur tidak hanya diarahkan pada perbaikan fisik jalan, tetapi juga memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.
Tiorita: Aspirasi Warga Harus Dicarikan Jalan Keluar
Bagi Tiorita, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat bukan sekadar seremoni. Persoalan yang ditemukan di lapangan harus segera dicarikan solusi sesuai kewenangan dan kemampuan pemerintah.
Karena itu, peninjauan bersama Gubernur Sumut menjadi momentum penting untuk memastikan persoalan jalur Langkat-Karo mendapat perhatian di tingkat provinsi.
Tiorita juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumatera Utara atas respons cepat yang diberikan terhadap persoalan masyarakat Langkat.
“Terima kasih, Pak. Kami sangat mengapresiasi gerak cepat Gubernur Sumatera Utara. Semoga Bapak diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin Sumatera Utara lebih baik ke depannya,” ujar Tiorita.
Konektivitas Langkat-Karo Harus Tetap Terjaga

Jalur alternatif Langkat-Karo bukan hanya ruas jalan biasa. Akses tersebut menjadi bagian penting dari konektivitas dua wilayah yang selama ini menopang pergerakan masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Mobilitas warga, distribusi barang, hingga hasil pertanian sangat bergantung pada kondisi akses jalan yang aman dan layak.
Karena itu, langkah cepat Pemkab Langkat di bawah kepemimpinan Tiorita menjadi penting. Sambil menunggu pekerjaan permanen dimulai pada Oktober 2026, penanganan kebutuhan dasar masyarakat dilakukan lebih dahulu.
Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan pola kerja Tiorita yang mengedepankan respons cepat, turun ke lapangan dan memastikan persoalan warga mendapatkan tindak lanjut konkret.
Bagi masyarakat Desa Telagah dan pengguna jalur Langkat-Karo, kepastian perbaikan jalan tentu menjadi harapan baru. Sementara bagi Pemkab Langkat, penanganan pipa air menjadi pekerjaan yang tidak kalah mendesak.
Dengan demikian, peninjauan Tiorita bersama Gubernur Sumut tidak berhenti pada melihat kondisi kerusakan, tetapi berlanjut pada kepastian penanganan jalan dan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut sejumlah Kepala OPD Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kapolres Kota Binjai, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat, Camat Sei Bingai, Kepala Desa Telagah, serta tokoh masyarakat dan tokoh adat.(Adv)















