Foto : Ketua Pembina Posyandu Kota Medan, Ny. Airin Rico Waas, menerima penghargaan Inspiring Woman ASI Eksklusif dari RSIA Stella Maris.(ist)
MEDAN — telisik.net
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan, keberhasilan ibu memberikan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif tidak semata-mata bergantung pada kemauan dan kemampuan seorang ibu.
Di balik perjuangan menyusui, ada peran suami dan keluarga yang menjadi penopang penting.
Dukungan tersebut, menurut Rico, harus diberikan sejak masa kehamilan hingga ibu menjalani masa menyusui.
Hal itu disampaikan Rico saat membuka Seminar Eksklusif 2026 yang membahas vaksinasi ibu hamil dan ASI eksklusif di Galery Mustika Deli, Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Medan, Minggu (13/9/2026).
“Peran suami sangat penting. Memang bukan sebagai penghasil ASI, tetapi suamilah yang memberi dorongan dan membangun kepercayaan diri agar istri tenang menyusui,” ujar Rico.
Menurut Rico, pemberian ASI bukan sekadar memenuhi kebutuhan nutrisi anak.
Lebih dari itu, proses menyusui menjadi bagian penting dalam membangun ikatan emosional antara ibu dan anak.
Karena itu, dukungan suami tidak boleh berhenti pada memberikan semangat.
Suami juga perlu ikut memastikan ibu memperoleh asupan gizi yang baik,
mendapatkan dukungan dalam pemenuhan imunisasi anak, hingga mendampingi proses pemberian makanan pendamping ASI (MPASI).
“Ini bukan hanya tugas ibu. Suami dan keluarga harus hadir memberikan dukungan agar ibu merasa nyaman dan percaya diri,” tegasnya.
Airin Bagikan Pengalaman, Pernah Hampir Menyerah
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Pembina Posyandu Kota Medan, Ny. Airin Rico Waas, menerima penghargaan Inspiring Woman ASI Eksklusif dari RSIA Stella Maris.
Penghargaan itu diberikan atas komitmennya dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya ASI eksklusif.
Airin juga membagikan pengalaman pribadinya dalam menjalani perjuangan memberikan ASI eksklusif.
Ia mengakui proses tersebut tidak selalu mudah dan dirinya bahkan sempat berada pada titik hampir menyerah.
Namun, pengalaman itu justru menjadi pelajaran penting baginya untuk mengajak para ibu agar tidak mudah putus asa ketika menghadapi berbagai kendala dalam menyusui.
“Masa perjuangan itu tidak mudah, tetapi jangan pernah menyerah. Rasa bahagianya luar biasa saat kita berhasil,” ungkap Airin.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan ASI eksklusif bukan hanya tentang produksi ASI,
Tetapi juga tentang dukungan, kesabaran, pengetahuan, dan lingkungan keluarga yang mampu membuat ibu merasa tidak berjuang sendirian.(Wis)
















