Medan — telisik.co.id
Perempuan hari ini tidak lagi sekadar mengikuti arus keadaan, tetapi telah menjadi motor penggerak perubahan di tengah berbagai krisis sosial yang dihadapi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kota Medan, Airin Rico Waas, saat menghadiri Women Leader Festival 2026 yang digelar oleh Perempuan Pemimpin Indonesia (Perpina) Sumut di Manhattan Atrium Medan, Minggu (26/4/2026).
“Di tengah dinamika perkembangan zaman yang penuh tantangan, perempuan kini membuktikan diri bukan lagi sebagai penonton, melainkan pilar ketangguhan yang mampu mengubah krisis menjadi solusi,” ujar Airin.
Dalam kesempatan itu, Airin menekankan bahwa kekuatan perempuan terletak pada perpaduan empati dan ketangguhan.
Menurutnya, dalam berbagai situasi sulit, perempuan kerap menjadi penjaga keseimbangan, baik dalam keluarga maupun kehidupan sosial.
“Kita mampu berdiri di garis depan dan mengambil peran strategis,” tambahnya.
Pesan tersebut diperkuat melalui sesi talkshow bertema perempuan kuat dan anak berkebutuhan khusus.
Airin mengingatkan bahwa setiap anak adalah anugerah, sehingga peran ibu menjadi sangat penting dalam membangun kepercayaan diri anak-anak istimewa.
“Peran ibu bukan hanya dari segi fisik, tetapi juga melalui ketulusan dan kesabaran dalam mendampingi anak,” katanya.
Selain itu, Airin juga menyoroti pentingnya edukasi kesehatan, khususnya dalam pencegahan kanker.
Ia mengajak perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri sebagai bentuk perlindungan bagi keluarga.
“Pengetahuan adalah kunci pencegahan. Kita harus berani mengubah ketakutan menjadi kekuatan.
Kecantikan sejati bukan hanya dari penampilan, tetapi dari kekuatan hati dan pikiran,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Airin menegaskan bahwa semangat “Medan Untuk Semua” merupakan komitmen untuk menghadirkan ruang inklusif bagi seluruh masyarakat, khususnya perempuan, agar dapat tumbuh, berdaya, dan berkontribusi.
“Tidak boleh ada lagi perempuan yang merasa berjuang sendirian. Dengan sinergi, kita bisa membawa Medan menjadi kota yang lebih inklusif, maju, dan berkelanjutan,” pungkasnya.(Wis)
















