Foto : Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan pembangunan gedung sekolah.(ist)
NIAS UTARA – telisik.co.id
Penantian panjang siswa dan tenaga pendidik SMP Negeri 4 Sitolu Ori, Kabupaten Nias Utara, untuk memiliki gedung sekolah permanen akhirnya segera berakhir.
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan pembangunan gedung sekolah tersebut sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kualitas pendidikan di daerah kepulauan.
Sejak berdiri pada 2024, kegiatan belajar mengajar di SMPN 4 Sitolu Ori masih berlangsung di bangunan sederhana berdinding papan dan beratapkan seng.
Kondisi itu kerap mengganggu proses belajar, terutama saat hujan karena lingkungan sekolah menjadi becek dan tidak nyaman.
Saat meninjau sekolah tersebut, Kamis (6/8/2026), Bobby Nasution melihat langsung kondisi ruang belajar para siswa sekaligus meninjau progres pembangunan gedung baru yang segera direalisasikan.
Salah seorang siswi kelas IX, Electra Stefani Harefa, mengaku selama bersekolah belum pernah menikmati fasilitas gedung permanen.
“Kami kurang nyaman, terutama saat musim hujan karena lingkungan menjadi becek dan banyak nyamuk yang mengganggu saat belajar di kelas,” ujarnya.
Electra mengaku sangat bersyukur setelah mengetahui sekolahnya akan segera memiliki gedung permanen.
“Bapak Gubernur, terima kasih atas perhatian Bapak di sekolah kami ini.
Semoga Bapak Gubernur selalu diberi rezeki dan kebijaksanaan dalam memimpin Sumatera Utara,” ucapnya.
Saat ini SMPN 4 Sitolu Ori memiliki 45 siswa yang terdiri dari 16 siswa kelas VII, 11 siswa kelas VIII, dan 18 siswa kelas IX.
Kepala SMPN 4 Sitolu Ori, Teti Gea, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Menurutnya, pembangunan gedung baru menjadi harapan besar bagi seluruh warga sekolah.
“Kami mengucapkan terima kasih. Semoga ke depan fasilitas lainnya juga dapat dibantu,” katanya.
Selain pembangunan gedung sekolah, Teti berharap pemerintah dapat membantu penyediaan laboratorium, perpustakaan, serta pembangunan akses jalan menuju sekolah.
Menurutnya, sebagian siswa harus berjalan kaki sejauh dua hingga lima kilometer setiap hari untuk mengikuti kegiatan belajar.
“Ada anak-anak yang berangkat pukul 06.00 pagi karena harus berjalan kaki menuju sekolah,” ungkapnya.
Pembangunan SMPN 4 Sitolu Ori meliputi tiga ruang kelas lengkap dengan perabotannya, satu ruang administrasi yang terdiri dari ruang kepala sekolah,
Ruang guru, ruang tata usaha dan ruang tamu, serta fasilitas sanitasi berupa toilet laki-laki, perempuan, dan toilet bagi penyandang disabilitas.
Kehadiran gedung permanen tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman,
nyaman, dan layak, sehingga kualitas pendidikan di wilayah Kepulauan Nias semakin meningkat.(wis)















