Menu

Mode Gelap
 

Headline

Jenazah Argo Masih di Kamboja! Keluarga di Langkat Pilu, Butuh Rp130 Juta untuk Bawa Pulang

badge-check


					Ega Prasetya (tengah) memegang foto abang kandungnya Argo Prasetiyo, yang meninggal dunia di Kamboja, saat melapor ke kantor Badan Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Utara, Selasa (14/10/2025).(KOMPAS.com/CRISTISON SONDANG PANE) Perbesar

Ega Prasetya (tengah) memegang foto abang kandungnya Argo Prasetiyo, yang meninggal dunia di Kamboja, saat melapor ke kantor Badan Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Utara, Selasa (14/10/2025).(KOMPAS.com/CRISTISON SONDANG PANE)

Medan – TELISIK.CO.ID

Keluarga Argo Prasetyo, warga Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang ditemukan meninggal dunia secara misterius di Kamboja, mendatangi kantor Badan Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Utara, Selasa (14/10/2025).

Dalam laporan tersebut, keluarga meminta bantuan agar jenazah Argo segera dipulangkan ke Indonesia.

Ega Prasetya (22), adik kandung korban, mengatakan pihak keluarga berharap BP3MI dan pemerintah bisa membantu proses pemulangan, termasuk pembiayaan yang mencapai lebih dari seratus juta rupiah.

“Kami minta dibantu pemulangannya, termasuk soal biaya. Katanya biayanya sekitar Rp130 juta,” ujar Ega kepada wartawan di kantor BP3MI Sumut, Jalan Pendidikan, Marindal Satu, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang.

Pendamping keluarga korban, Yosep, juga meminta agar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja berkoordinasi dengan pihak perusahaan tempat Argo bekerja untuk ikut bertanggung jawab terhadap proses pemulangan jenazah.

“Kalau bisa, perusahaan ikut menanggung biaya. Karena selama ini kalau ada pekerja meninggal di luar negeri, perusahaan biasanya ikut membantu. Biaya Rp130 juta itu sangat besar bagi keluarga,” kata Yosep.

Ia menyebut, dari kartu nama yang ditemukan bersama jasad Argo, terdapat nama perusahaan Junyi, tempat Argo diduga bekerja.

“Harapannya, perusahaan itu menunjukkan itikad baik. Walau Argo ditemukan meninggal bukan di rumah sakit atau lingkungan perusahaan, tapi setidaknya ada tanggung jawab moral. Apalagi ditemukan identitas yang mencantumkan nama perusahaan,” tambah Yosep.

BP3MI Sumut Terima Laporan

Sementara itu, Staf Perlindungan BP3MI Sumut, Mianhot Pandiangan, membenarkan bahwa laporan keluarga Argo telah diterima dan pihaknya akan menindaklanjuti sesuai prosedur.

“Laporannya sudah kami terima. Pada prinsipnya, siapa pun warga negara Indonesia yang mengalami masalah di luar negeri, termasuk pekerja migran non-prosedural, akan tetap kami bantu proses perlindungannya,” tegas Mianhot.

Ditemukan Tewas Misterius

Sebelumnya, Argo Prasetyo (25), warga Desa Karang Rejo, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, ditemukan meninggal dunia di Phnom Penh, Kamboja, pada Sabtu (4/10/2025).

Korban sempat dikabarkan mengalami gangguan ingatan sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa dengan sejumlah luka lebam di wajah. Hingga kini, penyebab pasti kematiannya belum diketahui.

Jenazah Argo dilaporkan masih berada di rumah duka di Phnom Penh, menunggu proses pemulangan ke Tanah Air.

Facebook Comments Box

Lainnya

Jelang Ramadan–Idulfitri, Bobby Nasution Tekankan Stok Bahan Pokok

6 Februari 2026 - 21:24 WIB

Mendagri Apresiasi Sinergi Pemda Sumut, Pemulihan Pascabencana Kian Efektif

6 Februari 2026 - 08:34 WIB

Indeks Pelayanan Publik Pemprov Sumut Naik ke Kategori A-

5 Februari 2026 - 19:38 WIB

Bobby Nasution Tegaskan Dirut Baru Harus Bawa Bank Sumut Lebih Progresif

4 Februari 2026 - 17:54 WIB

Tahun 2026, Pemprov Sumut Gelontorkan Rp472 Miliar untuk Program Berobat Gratis

29 Januari 2026 - 21:11 WIB

Hits di Sumut