Menu

Mode Gelap
 

Sumut

Masyarakat Apresiasi Keberanian Bobby Nasution Tutup TPL

badge-check


					Masyarakat Apresiasi Keberanian Bobby Nasution Tutup TPL Perbesar

Foto : Perkumpulan PARHOBAS, Ardiansyah Tanjung menilai hal itu tidak terlepas dari fakta bahwa Gubsu Bobby Nasution berani merekomendasikan penutupan PT TPL(kmfo)

Medan – Telisik.co.id

Rekomendasi Gubsu Bobby Nasution menutup PT Toba Pul Lestari (TPL) membuahkan hasil.

Saat ini, pemerintah pusat telah resmi menutup perusahaan bubur kertas tersebut.

Informasi dihimpun, Kementerian Kehutanan menghentikan sementara operasional PT TPL di wilayah Sumatera Utara, sejak 11 Desember 2025.

Langkah ini dilakukan melalui kebijakan Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari,

Kementerian Kehutanan serta Pemprov Sumut yang menangguhkan akses penatausahaan hasil hutan pada konsesi perusahaan.

Perkumpulan PARHOBAS, Ardiansyah Tanjung menilai hal itu tidak terlepas dari fakta bahwa Gubsu Bobby Nasution berani merekomendasikan penutupan PT TPL

Sebelum dan sesudah bencana terjadi kemarin, Bobby Nasution secara tegas merekomendasikan agar PT TPL ditutup karena terindikasi menjadi penyebab banjir dan longsor.

“Rekomendasi tersebut merupakan langkah penting yang menunjukkan keberanian dalam mengambil keputusan di tengah kompleksitas isu sosial,

Lingkungan, dan ekonomi yang mengelilingi aktivitas TPL,” kata Ardiansyah Tanjung, Senin 15/12/2025.

“Ini bukan soal sekadar kebijakan administratif, Ini Langkah Konkrit yang langsung berdampak ke masyarakat” tambah dia.

Menurutnya, baru kali ini ada Gubsu yang memberi rekomendasi penutupan TPL. Hal itu, penting karena membawa momentum evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas korporasi yang berdampak ekologis dan sosial.

Khususnya dalam konteks konflik yang berlangsung antara masyarakat dan perusahaan selama bertahun-tahun.

Sebelumnya berbagai organisasi masyarakat dan jemaat gereja, seperti HKBP, juga aktif menyerukan perlunya tindakan tegas terhadap TPL karena dampak lingkungan dan konflik yang muncul.

Namun Ardiansyah juga mengingatkan bahwa penghentian sementara operasional bukan akhir dari proses.

“Kami mengajak publik dan pemangku kebijakan untuk terus mengawal proses evaluasi dan audit menyeluruh.

Menuntut transparansi serta solusi yang adil dan berkelanjutan bagi masyarakat adat dan lingkungan sekitar,” tukas Ardiansyah.(Ril/wis)

Facebook Comments Box

Lainnya

Kartini di Sumut: Bobby Sorot Minimnya Perempuan di Kursi Kekuasaan

24 April 2026 - 17:39 WIB

Bobby Nasution Kunci Inflasi Sumut, MoU Lintas Daerah Diteken untuk Jaga Harga Pangan

23 April 2026 - 17:33 WIB

Wagub Surya Terima Kunker Komisi VIII DPR RI, Sinergi Layanan Sosial….

23 April 2026 - 14:37 WIB

Bobby Nasution Lepas Kloter 2 Haji Langkat, Tekankan Solidaritas Jemaah di Tanah Suci

23 April 2026 - 09:58 WIB

Genjot PAD Lewat Creative Financing, Pemprov Sumut Paparkan Inovasi Pajak ke Kemendagri

22 April 2026 - 18:30 WIB

Hits di Sumut