Deliserdang – telisik.co.id
Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Sumatera Utara berlangsung semarak dan penuh makna.
Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja memadati Gedung Serbaguna Pemprov Sumut, menandai kuatnya solidaritas sekaligus harapan besar terhadap peningkatan kesejahteraan pekerja.
Di tengah suasana tersebut, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan komitmen pemerintah menjadikan kesejahteraan buruh sebagai prioritas utama pembangunan daerah.
Didampingi Wakil Gubernur H. Surya serta unsur Forkopimda, kehadirannya menjadi simbol nyata keberpihakan pemerintah kepada para pekerja.
Menurut Bobby Nasution, peran buruh tidak hanya sebagai penggerak roda ekonomi, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Buruh adalah tulang punggung ekonomi sekaligus mitra dalam melahirkan kebijakan yang tepat sasaran.
Terima kasih atas kontribusi dan perjuangan seluruh serikat pekerja di Sumut,” ujarnya.
Lebih jauh, ia memastikan seluruh aspirasi buruh menjadi perhatian serius pemerintah.
Mulai dari perlindungan terhadap ancaman PHK, upah layak, penghapusan outsourcing, hingga dorongan pengesahan regulasi ketenagakerjaan yang lebih berpihak.
“Semua tuntutan buruh adalah prioritas. Yang bisa diputuskan di tingkat provinsi akan langsung kami jalankan, dan selebihnya akan kami teruskan ke pemerintah pusat,” tegas Bobby Nasution.
Tak hanya soal regulasi, pendekatan kesejahteraan juga diperluas melalui pengendalian harga bahan pokok.
Gubernur mengajak seluruh kepala daerah kabupaten/kota di Sumut memperkuat operasi pasar agar daya beli buruh tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi.
Langkah strategis lainnya adalah penyediaan hunian bagi pekerja. Pemerintah Provinsi Sumut tengah merancang skema khusus agar buruh tidak hanya menyewa, tetapi memiliki rumah sendiri sebagai aset masa depan.
“Harus ada solusi nyata. Kita ingin buruh di Sumut bisa memiliki rumah, bukan hanya sekadar menyewa,” ungkapnya.
Selain itu, penguatan pengawasan ketenagakerjaan juga menjadi fokus utama. Dengan jumlah perusahaan yang terus bertambah, pemerintah berkomitmen menambah tenaga pengawas dan anggaran guna memastikan hak-hak buruh terlindungi secara optimal.
Peringatan May Day 2026 ini juga diisi dengan berbagai kegiatan kebersamaan, mulai dari pemotongan tumpeng hingga pembagian hadiah lucky draw, yang semakin mempererat hubungan antara pemerintah dan pekerja.
Momentum ini menegaskan bahwa sinergi antara buruh dan pemerintah bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan fondasi penting dalam mewujudkan Sumatera Utara yang lebih sejahtera, adil, dan berdaya saing.
Dengan komitmen yang terus diperkuat, Bobby Nasution optimistis buruh di Sumut akan semakin berdaya, sekaligus menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.(Wis)
















