Caption foto:
Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution mengikuti rapat pengembalian dana Transfer ke Daerah (TKD).
Jakarta – telisik.co.id
Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menerima pengembalian dana Transfer ke Daerah (TKD) terbesar dibanding dua provinsi lain terdampak banjir dan longsor pada 2025.
Pengembalian tersebut menjadi bagian dari kebijakan pemerintah untuk memulihkan anggaran daerah terdampak bencana.
Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Tito Karnavian menjelaskan, besaran pengembalian dana disesuaikan dengan jumlah pemotongan TKD sebelumnya.
Sumut diketahui mengalami pemotongan sebesar Rp6 triliun, lebih tinggi dibanding Aceh Rp1,6 triliun dan Sumatera Barat Rp2,6 triliun.
“Anggaran yang dipotong dikembalikan lagi. Sumut yang paling besar dipotongnya pada saat itu,
makanya saat pengembalian Sumut yang paling besar,” kata Tito usai rapat bersama kepala daerah terdampak bencana di Jakarta, Senin (25/5/2026), yang turut dihadiri Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution.
Tito juga mengapresiasi Sumut karena menjadi provinsi dengan hibah terbesar bagi daerah terdampak banjir dan longsor.
Total bantuan hibah mencapai Rp260 miliar untuk pemerintah daerah yang masih mengalami keterbatasan anggaran.
“Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi Sumut yang menghibahkan Rp260 miliar ke pemda yang daerahnya sangat terdampak,” ujarnya.
Selain pembiayaan daerah, pemerintah juga mempercepat rehabilitasi sektor pendidikan.
Sebanyak 3.084 sekolah dari total 4.992 sekolah rusak akibat bencana disebut telah masuk tahap kerja sama rehabilitasi bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Di sektor hunian tetap (huntap), Tito mengatakan pembangunan rumah di atas lahan milik warga telah mulai dikerjakan oleh BNPB.
Sementara pembangunan huntap komunal masih menunggu kesiapan lahan yang aman dari risiko bencana.
Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri PKP Maruarar Sirait, serta Menko PMK Pratikno. (Wis)
















