MEDAN TUNTUNGAN — TELISIK.CO.ID
Suasana haru menyelimuti kegiatan Sapa Warga yang digelar di Jalan Taman Sakura Indah, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan.
Seorang warga, Suci, tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan keluhannya kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas terkait banjir yang bertahun-tahun menghantui rumahnya.
Dengan suara terbata-bata, Suci menceritakan bahwa banjir mulai terjadi setelah pembangunan Balai Benih Ikan Kota Medan di sebelah rumahnya.
Lokasi yang sebelumnya merupakan area persawahan kini berubah menjadi bangunan bertembok, menyebabkan aliran air dari Lingkungan 3 mengarah langsung ke rumahnya.
“Air bisa setinggi pinggang orang dewasa. Kalau sudah begitu, kami mengungsi,” ucap Suci sambil menahan tangis.
Suci mengaku telah menghibahkan tanah miliknya selebar 1,5 meter untuk dibuat parit, namun saluran tersebut tetap tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.
Perabotan rumahnya sudah berkali-kali rusak diterjang banjir, hingga kini ia memilih tidak lagi menyimpan barang berharga di rumah.
Meski mengalami kerugian besar, Suci menyampaikan keluhannya tanpa menyalahkan pihak mana pun.
Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan bahwa Pemko akan segera melakukan pemetaan ulang aliran air untuk mengetahui titik persoalan.
“Saya sudah minta Kadis SDABMBK mengecek ke lokasi. Harus dilihat jalurnya, apakah hilang, terputus, atau tidak ada,” ujar Rico sembari menenangkan Suci agar tidak bersedih lagi.
Selain mendengarkan Suci, Rico juga menerima aspirasi dari sejumlah warga, termasuk Ponidi, Ketua Komplek Taman Sakura Indah.
Ponidi mengatakan banjir di kawasan tersebut telah berlangsung lebih dari 20 tahun dan semakin parah setelah pembangunan beberapa perumahan baru.
Selain banjir, warga turut menyampaikan keluhan mengenai kerusakan jalan, sarana olahraga yang terbengkalai, hingga penerangan jalan lingkungan yang sebagian besar masih swadaya warga.
Rico menjelaskan bahwa pemerintah akan memetakan jalur air termasuk kemungkinan membuka aliran menuju Sungai Belawan serta pemasangan gorong-gorong baru untuk mengurangi genangan.
Setelah persoalan banjir ditangani, fasilitas umum yang telah diserahkan ke Pemko akan menjadi prioritas perbaikan.
Ia juga menyinggung rencana pemasangan cover slab di Jalan Sakura untuk mendukung akses ke kawasan wisata rohani dan penataan ulang Pasar Melati yang menjadi perhatian setelah ditemukannya sejumlah pelanggaran bangunan.
Warga Tampak bangga dan mengapresiasi kehadiran langsung Wali Kota Medan ke lingkungan mereka.
A. Sianturi bahkan mengusulkan pelebaran saluran air menuju Sungai Belawan sebagai langkah pencegahan banjir jangka panjang.
Menutup kegiatan, Rico menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah dan masyarakat.
“Yang tinggal di sini bertahun-tahun adalah Bapak Ibu semua. Informasi dari wargalah yang membuat pekerjaan kami lebih tepat.
Pemerintah tidak boleh berjalan sendiri,” tegasnya sambil memohon doa agar Pemko dapat bekerja maksimal untuk masyarakat.
Sebelum berdialog dengan warga, Rico Waas meninjau kegiatan gotong royong massal dan melihat langsung kondisi infrastruktur
mulai dari jalan yang bergelombang, drainase yang tidak maksimal, hingga minimnya penerangan jalan.(Wis)
















