Medan – telisik.co.id
Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, memaparkan sejumlah program unggulan Pemerintah Kota Medan saat berdialog dengan Komando Ojol Indonesia Raya (Kojira), Sabtu (18/4/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Aula DPD Partai Gerindra Sumatera Utara itu menyoroti perlindungan sosial, layanan kesehatan, hingga jaminan kerja bagi pengemudi ojek online.
Dalam forum yang dihadiri pembina dan pengurus Kojira, Zakiyuddin menilai keberadaan organisasi tersebut penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan para pekerja sektor informal.
“Dengan adanya wadah ini, aspirasi bisa lebih mudah disampaikan dan dicarikan solusi bersama,” ujarnya.
Ia kemudian memaparkan program bantuan sosial melalui skema Program Keluarga Harapan (PKH) daerah yang menyasar lansia di atas 60 tahun serta penyandang disabilitas yang belum tercover program pusat.
Setiap penerima mendapat bantuan Rp200 ribu per bulan atau Rp2,4 juta per tahun.
“Kalau belum terdata di pusat, Pemko Medan hadir. Tapi masyarakat juga harus aktif mendaftar melalui kelurahan,” kata Zakiyuddin.
Di sektor kesehatan, Pemko Medan memastikan program Universal Health Coverage (UHC) tetap berjalan.
Warga ber-KTP Medan dapat mengakses layanan kesehatan tanpa terkendala biaya, meski diakui kapasitas rumah sakit masih menjadi tantangan.
“Banyak pasien dari luar daerah juga berobat ke Medan, tapi prinsipnya UHC tetap bisa diakses cukup dengan KTP,” jelasnya.
Tak hanya itu, Pemko Medan juga mendorong pengemudi ojol untuk terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan kerja.
Program ini dinilai penting untuk menjamin keselamatan pekerja dari risiko kecelakaan hingga santunan.
Menjawab keresahan ojol terkait kasus kecelakaan dan tindak kriminal yang tidak ditanggung BPJS, Pemko Medan juga menyiapkan skema bantuan melalui RSUD RSUD Dr. Pirngadi.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk membantu pembiayaan korban insiden di luar tanggungan BPJS.
“Kalau tidak ditanggung BPJS, bisa ditangani di Pirngadi. Ini bentuk perlindungan bagi warga Medan,” tegasnya.
Selain perlindungan sosial, Zakiyuddin juga mendorong masyarakat memanfaatkan program pelatihan kerja hasil kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, yang dinilai masih minim peminat.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antara Pemko Medan dan komunitas ojol, sekaligus memastikan program perlindungan sosial benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya pekerja lapangan yang menjadi tulang punggung ekonomi kota. (Wis)
















