Medan – telisik.co.id
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menegaskan bahwa kericuhan yang terjadi usai pelantikan Pengurus Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) Sumut merupakan bagian dari dinamika internal organisasi dan tidak berkaitan dengan urusan pemerintahan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumut, Moettaqien Hasrimi, Senin (20/4/2026). Ia menyebutkan, kericuhan terjadi setelah rangkaian acara selesai dan Wakil Gubernur Sumut telah meninggalkan lokasi.
“Konteksnya kami tidak tahu menahu, ini internalnya KAMMI. Kericuhan terjadi setelah acara selesai dan kami lepas, kemudian terdengar keributan,” ujarnya.
Mendengar adanya keributan, personel Satpol PP bersama aparat kepolisian langsung bergerak cepat untuk mengendalikan situasi. Proses pengamanan berlangsung sigap hingga kondisi kembali kondusif.
“Satpol PP di lokasi yang bertanggung jawab untuk keamanan sigap bersama teman-teman dari Polres langsung melerai kerusuhan,” tambahnya.
Dalam insiden tersebut, seorang anggota Satpol PP, Rahmat Daulay, mengalami luka akibat pukulan dan telah menjalani visum di Rumah Sakit Haji Medan. Sementara sejumlah pihak yang terlibat dalam kericuhan diamankan oleh pihak kepolisian untuk proses lebih lanjut.
Moettaqien berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Ia juga mengimbau pihak organisasi untuk melakukan konsolidasi internal secara matang sebelum menggelar kegiatan.
“Kami harap ke depan tidak terjadi lagi. Teman-teman KAMMI perlu mengkonsolidasikan anggotanya sebelum acara berlangsung,” tegasnya.
Sementara itu, pengamat pemerintahan dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Aminuddin, menyayangkan terjadinya insiden tersebut. Menurutnya, peristiwa ini menjadi bahan evaluasi, khususnya terkait pemanfaatan Aula Raja Inal Siregar di Kantor Gubernur Sumut.
“Peristiwa ini sangat disayangkan dan harus menjadi pelajaran bagi kita bersama, khususnya Pemprov Sumut,” ujarnya.
Aminuddin juga menyarankan agar ke depan penggunaan Aula Raja Inal Siregar lebih diprioritaskan untuk kegiatan pemerintahan, mengingat lokasinya berada di lingkungan kantor gubernur.
Diketahui, kericuhan terjadi usai pelantikan pengurus KA KAMMI Sumut yang berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Minggu (19/4/2026), setelah Wakil Gubernur Sumut, Surya, meninggalkan lokasi acara.(Wis)
















