Menu

Mode Gelap
 

Ekonomi

Wagub Sumut Dorong Percepatan Investasi Migas dan Legalisasi Sumur Rakyat

badge-check


					Wagub Sumut Dorong Percepatan Investasi Migas dan Legalisasi Sumur Rakyat Perbesar

MEDAN – telisik.co.id

Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menekankan pentingnya pemangkasan birokrasi guna mempercepat proses perizinan dan rekomendasi investasi minyak dan gas bumi (migas) di Sumut.

Langkah tersebut dinilai penting agar investasi dapat segera terealisasi dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Surya saat menerima audiensi perwakilan SKK Migas bersama jajaran Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Senin (11/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Surya menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumut untuk mendukung kelancaran investasi sektor migas di daerah.

“Segala sesuatu yang disampaikan akan menjadi catatan kami untuk dilaporkan kepada Bapak Gubernur.

Kami minta proses perizinan dipercepat agar investasi segera terealisasi,” ujar Surya.

Selain percepatan investasi, Surya juga meminta Pertamina dan instansi terkait membantu menuntaskan legalisasi sumur-sumur tua milik masyarakat.

Menurutnya, langkah itu penting agar pengelolaan sumur minyak rakyat dapat dilakukan secara legal, aman, dan memberikan manfaat ekonomi yang optimal.

“Kita ingin sumur-sumur yang selama ini ilegal bisa diinventarisir dan dilegalkan, agar produksinya bagus dan masyarakat mendapat manfaatnya.

Meskipun proses di Sumut terkesan lebih lambat dibanding provinsi lain, namun kualitas koordinasinya dinilai jauh lebih baik dan komplain terhadap aturan tetap terjaga,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), CW Wicaksono,

memaparkan wilayah Sumbagut memiliki peran strategis dengan kontribusi sekitar 30 persen terhadap total produksi migas nasional.

Dari sekitar 900 hingga 1.000 sumur yang ada, sebanyak 60 persen kegiatan operasional berada di wilayah Sumbagut.

SKK Migas juga berkomitmen membawa investasi bernilai besar ke Sumut.

“Kami berupaya membawa investasi sekitar US$300 juta ke wilayah ini. Kami sangat menghargai dukungan pemerintah daerah,

karena tantangan investasi di masa depan 2025-2030 akan semakin sulit,” ungkap Wicaksono.

Selain itu, SKK Migas berencana memfasilitasi pemerintah daerah dan BUMD melakukan studi banding ke Jambi atau Sumatera Selatan guna mempelajari tata kelola sumur tua yang melibatkan koperasi dan masyarakat.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat implementasi regulasi pengelolaan sumur tua secara tepat.

Pada kesempatan yang sama, Deputi General Manager Pertamina, Reza Rahardian,

menyampaikan Pertamina bersama perusahaan asal Jepang, Japex, akan fokus mengembangkan wilayah Langkat, khususnya Desa Bubun, Kecamatan Tanjungpura.

Pengeboran dua sumur direncanakan dimulai pada Agustus 2026 dengan target produksi perdana pada Juni 2027.

Pertamina juga melaporkan perkembangan positif di lapangan migas tertua Indonesia di Pangkalan Susu.

Setelah pengujian di Pulau Panjang menunjukkan hasil yang baik, Pertamina berencana mengebor dua sumur gas baru di kawasan Hamparan Perak, Deliserdang, guna mendukung pasokan gas industri di Sumut.(Wis)

Facebook Comments Box

Lainnya

Bobby Nasution: Peran LPS Penting Jaga Kepercayaan Nasabah di Sumut

5 Mei 2026 - 07:09 WIB

Bobby Nasution Genjot Sektor Riil, Akses Pembiayaan Diperluas

10 April 2026 - 22:16 WIB

Wisata Langkat Terpuruk, Dugaan Kebocoran dan Salah Kelola Mencuat

10 April 2026 - 00:00 WIB

Dari Target Rp3 Miliar ke Rp4,5 Miliar, PAD Tambang Sumut Melonjak

31 Maret 2026 - 18:33 WIB

Wacana WFH 1 Hari Picu Pro-Kontra, Pemerintah Kejar Efisiensi BBM di Tengah Lonjakan Harga Minyak

23 Maret 2026 - 16:44 WIB

Hits di Ekonomi