Foto : Gubernur Sumut Bobby Nasution.(ist)
MEDAN — telisik.co.id
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) segera menyalurkan bantuan makanan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan, bantuan tersebut saat ini sedang dipersiapkan dengan mengumpulkan berbagai produk makanan dari pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Sumut.
“Sudah (direncanakan), sedang kita kumpulkan (bantuan),” ujar Bobby kepada wartawan, Jumat (21/8/2026) sore.
Menurut Bobby, produk makanan yang dikumpulkan berasal dari UMKM Sumut.
Pihaknya telah memesan produk tersebut sejak sebelumnya, namun membutuhkan waktu untuk proses produksi dan pengumpulan.
“Yang kita kumpulkan adalah produk-produk UMKM kita. Mereka minta waktu, tapi sudah kita pesan dari kemarin.
Mereka minta waktu beberapa hari karena ini UMKM, bukan restoran-restoran besar,” katanya.
Bobby berharap bantuan makanan tersebut dapat segera dimanfaatkan masyarakat yang terdampak bencana.
Pemprov Sumut, kata dia, menargetkan bantuan awal mencapai 1 hingga 2 ton dan akan disalurkan secara bertahap.
“Totalnya kita minta 1-2 ton juga. Nanti kita bantu bertahap untuk membantu saudara-saudara kita di NTT,” tuturnya.
Bobby menjelaskan, bantuan makanan menjadi prioritas pada tahap awal karena kebutuhan pangan sangat mendesak dalam masa tanggap darurat bencana.
“Sepengalaman kita juga di bencana akhir tahun kemarin, di masa tanggap darurat ini pasti yang dibutuhkan adalah makanan.
Jadi yang di awal kami bantu makanan dulu.
Berkembang berikutnya, Insyaallah bisa memberi bantuan lagi untuk saudara-saudara kita,” ujarnya.
Diketahui, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026). Gempa tersebut berpusat di Kabupaten Nagekeo.
Pemprov NTT kemudian menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 14 hari, terhitung sejak 15 hingga 28 Agustus 2026.
Langkah Pemprov Sumut tersebut menjadi bentuk solidaritas antardaerah sekaligus upaya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat NTT selama masa tanggap darurat.(wis)

















