Foto : (Plt.) Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti, SH, terus mendorong pembenahan tata kelola pemerintahan dengan memanfaatkan teknologi digital.(Ist)
Langkat — Metrolangkat.com
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti, SH, terus mendorong pembenahan tata kelola pemerintahan dengan memanfaatkan teknologi digital. Salah satu langkah yang kini diperkuat adalah transformasi pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui e-purchasing pada Katalog Elektronik melalui lokapasar (e-marketplace) AyooMall.
Langkah tersebut bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi diarahkan Tiorita untuk menghadirkan sistem belanja pemerintah yang lebih transparan, efisien, efektif, akuntabel dan terdokumentasi.
Komitmen itu ditegaskan Tiorita saat membuka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Belanja E-Purchasing melalui Lokapasar (E-Marketplace) AyooMall di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 10–11 September 2026, tersebut diikuti kepala perangkat daerah, camat, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta pelaku usaha lokal Kabupaten Langkat.
Tiorita: Belanja Pemerintah Harus Beri Dampak ke Ekonomi Lokal
Bagi Tiorita, transformasi digital dalam pengadaan memiliki tujuan yang lebih luas. Selain memperbaiki tata kelola belanja pemerintah, sistem tersebut harus mampu memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha di daerah.
Karena itu, Tiorita secara khusus meminta perangkat daerah memberikan ruang yang lebih besar kepada produk lokal dan UMKM Langkat.
“Hari ini merupakan wujud nyata kehadiran Pemerintah Kabupaten Langkat untuk pelaku usaha. Saya menekankan para kepala perangkat daerah untuk lebih mengutamakan produk lokal dan memberikan porsi signifikan bagi UMKM lokal dalam belanja pemerintah,” ujar Tiorita.
Pesan tersebut memperlihatkan keberpihakan Pemkab Langkat untuk menjadikan belanja pemerintah sebagai salah satu instrumen penggerak ekonomi masyarakat.
Ketika produk lokal masuk dalam ekosistem pengadaan pemerintah, uang belanja daerah diharapkan tidak hanya selesai sebagai transaksi, tetapi ikut berputar dan memberikan dampak terhadap pelaku usaha, tenaga kerja dan perekonomian lokal.
Digitalisasi untuk Pemerintahan yang Lebih Transparan
Tiorita menilai pemanfaatan e-purchasing melalui Katalog Elektronik dan e-marketplace dapat menjadi solusi praktis dalam membangun sistem pengadaan yang lebih modern.
Setiap proses transaksi dapat dilakukan secara digital dan terdokumentasi sehingga mendukung transparansi serta akuntabilitas pengadaan.
“Mari perkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat, sehingga implementasi belanja pemerintah melalui daring tidak hanya mewujudkan pemerintahan yang modern, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan UMKM dan masyarakat secara keseluruhan,” katanya.
Bagi Tiorita, keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh pemerintah. Kesiapan perangkat daerah dan pelaku usaha juga menjadi faktor penting agar sistem tersebut dapat berjalan optimal.
Puluhan UMKM Langkat Mulai Masuk Ekosistem Digital
Komitmen tersebut mulai diwujudkan melalui pendampingan kepada pelaku usaha lokal.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Langkat, David Helgod Pardede, S.IP., M.SP., mengatakan pihaknya terus melakukan pendampingan agar semakin banyak pelaku usaha lokal mampu masuk ke dalam ekosistem pengadaan elektronik.
Hingga pelaksanaan bimbingan teknis, lebih dari 30 pelaku usaha lokal telah didaftarkan ke lokapasar AyooMall.
Produk yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari alat tulis kantor (ATK), makanan dan minuman, pakaian hingga berbagai kebutuhan lainnya.
“Ini akan terus kita dorong sehingga belanja P-APBD nanti sudah bisa melalui e-marketplace,” ujar David.
Langkah tersebut membuka peluang bagi semakin banyak pelaku usaha lokal untuk ikut menjadi bagian dari rantai belanja pemerintah.
Dengan semakin banyak UMKM yang terdaftar dan siap menyediakan produk secara digital, semakin besar pula peluang belanja pemerintah memberikan efek langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat Langkat.
Tiorita Bangun Ekosistem Pengadaan yang Modern
Perwakilan Presiden Direktur PT Air Mas Perkasa, Aldo Reza Sayuda, turut mengapresiasi langkah Pemkab Langkat dalam mendorong digitalisasi pengadaan.
Menurutnya, komitmen pemerintah daerah tersebut menunjukkan keseriusan membangun tata kelola pengadaan yang lebih transparan dengan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas.
“Komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Langkat dalam mendorong digitalisasi dan transparansi dalam membelanjakan barang dan jasa patut diapresiasi,” katanya.
Ia berharap sosialisasi dan bimbingan teknis tersebut dapat memperkuat penerapan pengadaan barang dan jasa berbasis digital di Kabupaten Langkat.
“Semoga dengan kegiatan ini terwujud Pemerintah Kabupaten Langkat yang cepat, transparan dan terdokumentasi dengan baik,” harapnya.
Belanja Pemerintah, Penggerak Ekonomi Langkat
Langkah Tiorita mendorong e-marketplace pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang digitalisasi sistem pengadaan.
Lebih jauh, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi daerah yang saling terhubung: pemerintah membutuhkan barang dan jasa, pelaku usaha menyediakan produk, sementara masyarakat memperoleh manfaat dari perputaran ekonomi yang semakin besar di daerah.
Dengan mengoptimalkan e-purchasing dan memberikan kesempatan lebih luas kepada UMKM lokal, Pemkab Langkat di bawah kepemimpinan Tiorita berupaya menjadikan belanja pemerintah lebih tepat guna, transparan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
Transformasi digital pun diharapkan bukan hanya membuat proses pengadaan menjadi lebih modern, tetapi juga menjadi salah satu jalan untuk memperkuat UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Langkat.(Wis)
















