Foto : Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti, S.H., memastikan proses pemulihan masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi 2025 terus berjalan, termasuk perbaikan rumah warga dan penguatan pelayanan kesehatan di wilayah pesisir.(Ist)
P.Susu –telisik.co.id
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti, S.H., memastikan proses pemulihan masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi 2025 terus berjalan, termasuk perbaikan rumah warga dan penguatan pelayanan kesehatan di wilayah pesisir.
Hal itu disampaikan Tiorita saat bertemu dengan masyarakat penerima bantuan stimulan perbaikan rumah rusak di Kantor Camat Pangkalan Susu, Kamis (1/10/2026).
Di Kecamatan Pangkalan Susu, tercatat 84 rumah menerima bantuan stimulan berdasarkan tingkat kerusakannya. Rinciannya, 41 rumah mengalami rusak ringan, 25 rumah rusak sedang, dan 18 rumah rusak berat.
Tiorita menegaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat memulihkan kondisi tempat tinggal setelah terdampak bencana.
Menurutnya, penanganan pascabencana tidak hanya berhenti pada perbaikan rumah. Pemkab Langkat juga harus memastikan berbagai pelayanan dasar masyarakat kembali dan terus diperkuat, termasuk sektor kesehatan.
Salah satu bentuk penguatan pelayanan dasar tersebut adalah pembangunan Puskesmas Rawat Inap di Desa Pulau Kampai, Kecamatan Pangkalan Susu.
Pembangunan fasilitas kesehatan itu dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat dengan sumber pembiayaan Dana Bagi Hasil (DBH) Tahun Anggaran 2026. Proyek tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp2,5 miliar.
Puskesmas rawat inap tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses sekaligus kualitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat Desa Pulau Kampai dan wilayah sekitarnya.
Bantuan Melalui Verifikasi dan Validasi
Dalam pertemuan dengan masyarakat, Tiorita menjelaskan bahwa penyaluran bantuan stimulan rumah rusak tidak dilakukan secara sembarangan. Setiap penerima harus melalui tahapan pendataan, verifikasi dan validasi untuk memastikan kondisi kerusakan sesuai dengan data di lapangan.
Mekanisme pengusulan dimulai dari laporan pemerintah desa atau kelurahan mengenai rumah yang mengalami kerusakan. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada kecamatan dan selanjutnya kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat untuk dilakukan verifikasi serta validasi lapangan.
Hasil verifikasi dan validasi kemudian ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Langkat sebelum disampaikan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah pusat sebagai bagian dari proses pengajuan bantuan stimulan.
Tiorita menegaskan, masyarakat terdampak bencana tidak menghadapi kondisi tersebut sendirian. Pemkab Langkat terus berupaya memberikan dukungan dalam proses pemulihan.
“Kami hadir di tengah masyarakat membantu meringankan beban yang kalian rasakan,” ujar Tiorita.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap pihak yang mengaku dapat mengurus bantuan pemerintah dengan meminta imbalan.
“Saya sampaikan secara tegas, jangan percaya informasi yang meminta imbalan untuk mengurus bantuan tersebut,” tegasnya.
Tiorita meminta masyarakat menggunakan bantuan sesuai peruntukannya, terutama untuk memperbaiki bagian rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana.
“Rumah adalah istana kita. Gunakan bantuan ini dengan sebaik mungkin untuk memperbaiki bagian rumah yang mengalami kerusakan,” pesannya.
Puskesmas Pulau Kampai Harus Berkualitas
Terkait pembangunan Puskesmas Rawat Inap Pulau Kampai, Tiorita meminta pekerjaan dilaksanakan sesuai ketentuan, tepat waktu serta mengutamakan mutu dan kualitas bangunan.
Ia menegaskan, pembangunan fasilitas publik harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Yang kita bangun harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, pekerjaan harus dilaksanakan dengan baik, tepat waktu, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Keberadaan Puskesmas Rawat Inap Pulau Kampai dinilai penting karena wilayah tersebut berada di kawasan pesisir dan kepulauan. Dengan fasilitas kesehatan yang lebih dekat, masyarakat diharapkan tidak harus menempuh perjalanan jauh untuk memperoleh pelayanan kesehatan.
Camat Pangkalan Susu Jamilah, S.Sos., menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Langkat atas perhatian terhadap masyarakat terdampak bencana.
“Ini bukti nyata bahwa Pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat. Semoga Ibu Bupati sehat selalu dalam memimpin Kabupaten Langkat lebih baik lagi ke depannya,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan penerima bantuan, M. Yunus, warga Desa Pulau Kampai, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima.
“Ini sangat bermanfaat, Bu, untuk kami. Terima kasih sebesar-besarnya kami ucapkan kepada Pemerintah Kabupaten Langkat dan Pemerintah Pusat yang telah membantu kami,” ungkapnya.
Pembangunan Puskesmas Rawat Inap Desa Pulau Kampai menjadi bagian dari upaya Pemkab Langkat memperluas akses pelayanan kesehatan di kawasan pesisir dan kepulauan.
Dengan berjalan bersamaan antara pemulihan rumah warga dan penguatan fasilitas kesehatan, pemerintah berharap masyarakat Pangkalan Susu dapat segera bangkit dari dampak bencana sekaligus memperoleh pelayanan dasar yang semakin dekat dan memadai.
Pertemuan tersebut dihadiri masyarakat penerima bantuan rumah terdampak bencana hidrometeorologi 2025, sejumlah kepala perangkat daerah Pemkab Langkat, Camat Pangkalan Susu, Forkopimcam Pangkalan Susu, serta seluruh kepala desa se-Kecamatan Pangkalan Susu.(Wis)











