MEDAN – telisik.co.id
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan pentingnya mitigasi ancaman Megathrust sebagai langkah antisipatif untuk melindungi keselamatan masyarakat dan menjaga stabilitas daerah.
Penegasan tersebut disampaikan Bobby saat memberikan pembekalan kepada peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pasis Dikreg LV Sesko TNI Tahun Ajaran 2026 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (9/6/2026).
Menurut Bobby, Megathrust merupakan zona pertemuan antara lempeng samudera dan lempeng benua yang berpotensi memicu gempa bumi berkekuatan besar dan tsunami.
Ia mengingatkan bahwa kawasan Mentawai dan pesisir barat Sumatera termasuk wilayah yang memiliki potensi ancaman tersebut.
“Gempa Megathrust yang pernah terjadi di Aceh tahun 2004 memicu tsunami besar di Samudera Hindia,” ujarnya.
Untuk menghadapi ancaman bencana tersebut, Pemprov Sumut menerapkan berbagai strategi mitigasi, mulai dari pendekatan struktural dan nonstruktural,
penguatan kesiapsiagaan masyarakat, pembangunan infrastruktur tahan bencana, hingga pemanfaatan teknologi dan kearifan lokal.
Bobby juga menyinggung penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda Sumut pada November 2025.
Menurutnya, dampak bencana yang menjangkau lebih dari 1,8 juta warga tersebut dapat ditangani berkat kolaborasi seluruh pihak terkait.
Sebagai bentuk komitmen pemulihan pascabencana, Pemprov Sumut mengalokasikan dukungan fiskal melalui Transfer ke Daerah (TKD)
untuk rehabilitasi dan rekonstruksi tahun 2026-2028 sebesar Rp23,33 triliun, ditambah alokasi TKD tahun 2026 sebesar Rp1,134 triliun.
Sementara itu, Wakil Komandan Sesko TNI Teguh Puji Raharjo mengatakan kegiatan KKDN Pasis Dikreg LV Sesko TNI Tahun Ajaran 2026 diikuti 60 peserta.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan calon pemimpin TNI dalam mendeteksi, menganalisis, dan memitigasi berbagai potensi ancaman serta bencana di daerah. (Wis)
















