Langkat — telisik.co.id
Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH bersama Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo turun langsung menemui ribuan warga korban banjir dari Kecamatan Besitang dan Brandan Barat yang menggelar aksi di Alun-Alun T. Amir Hamzah Stabat, Senin (20/4/2026).
Sekitar 2.000 warga terdampak banjir menyuarakan tuntutan agar bantuan Jaminan Hidup (JADUP) segera direalisasikan.
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Di hadapan massa, Syah Afandin menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan kehadirannya.
Ia menjelaskan, sejak Sabtu dirinya berada di Jakarta memenuhi panggilan Menteri Pertanian terkait antisipasi kemarau panjang.
“Saya mohon maaf tidak bisa hadir sejak pagi. Saya berada di Jakarta memenuhi panggilan Menteri Pertanian yang tidak bisa diwakilkan,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen, Bupati bahkan mempercepat jadwal kepulangannya dari Jakarta agar dapat langsung menemui warga. Ia tiba di Stabat sekitar pukul 18.20 WIB dan langsung berdialog dengan massa aksi.
Dalam kesempatan itu, Syah Afandin menegaskan dukungan penuh terhadap perjuangan warga untuk memperoleh bantuan JADUP dari pemerintah pusat.
Ia menyebutkan, pemerintah daerah telah melakukan pendataan korban sesuai instruksi Kementerian Sosial.
“Kami sudah melakukan pendataan kerusakan rumah, mulai dari kategori ringan, sedang hingga berat.
Saya juga sudah menginstruksikan kepala desa dan lurah agar data benar-benar valid,” tegasnya.
Namun, ia menegaskan bahwa kewenangan pencairan bantuan JADUP sepenuhnya berada di pemerintah pusat, bukan pemerintah daerah.
“Dana JADUP ini berasal dari pusat, sehingga keputusan ada di sana. Tugas kita adalah memastikan data lengkap dan memperjuangkannya bersama,” jelasnya.
Untuk itu, Bupati mengajak masyarakat melakukan pendataan ulang guna memastikan keakuratan data yang akan diajukan kembali.
Ia juga menyatakan siap membawa perwakilan warga ke pusat agar aspirasi dapat disampaikan secara langsung.
“Kita data ulang, lalu kita bawa bersama ke pusat. Saya siap mengajak perwakilan masyarakat untuk ikut menyampaikan langsung,” ujarnya.
Salah satu peserta aksi, Aprizal, mengungkapkan bahwa sebelumnya data korban telah diserahkan dari tingkat lingkungan hingga kecamatan dan diteruskan ke BPBD.
Namun, karena belum ada realisasi bantuan, masyarakat memilih menyuarakan langsung tuntutannya.
Menanggapi hal itu, Bupati kembali menegaskan pentingnya penyatuan data melalui koordinator agar perjuangan ke pemerintah pusat lebih efektif.
Ia juga mengingatkan agar tidak terjadi pengajuan data ganda bagi warga yang telah menerima bantuan.
“Serahkan data melalui koordinator, kita perjuangkan bersama. Mari kita berdoa agar bantuan JADUP segera terealisasi,” ucapnya.
Dalam momen tersebut, sejumlah koordinator aksi menyerahkan langsung data korban banjir kepada Bupati sebagai bentuk keseriusan masyarakat.
Turut hadir Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat H. Amril, Kepala Dinas Kominfo Wahyudiharto,
Kepala Dinas Sosial Taufik Rieza, Kasat Pol PP Damaeka Putra Singarimbun, serta jajaran pejabat Pemkab dan Polres Langkat.
Pertemuan berlangsung tertib dan kondusif. Pemerintah daerah berharap aspirasi masyarakat dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat guna meringankan beban korban banjir. (Wis)
















