Menu

Otomatis

Berita Medan

Pemko Medan Tegaskan Tak Ada Larangan, Penjualan Daging Nonhalal Ditata dan Difasilitasi

badge-check

Pemko Medan Tegaskan Tak Ada Larangan, Penjualan Daging Nonhalal Ditata dan Difasilitasi Perbesar

Medan –TELISIK.CO.ID

Pemerintah Kota Medan menegaskan Surat Edaran Wali Kota Medan Nomor 500-7.1/1540 tentang Penataan Lokasi dan Pengelolaan Limbah Penjualan Daging Non-Halal

bukan kebijakan pelarangan berdagang, melainkan langkah penataan agar aktivitas usaha berlangsung tertib, sehat, dan kondusif di tengah masyarakat majemuk.

Penegasan itu disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Medan M. Sofyan, didampingi Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM,

Perindustrian dan Perdagangan Citra Effendi Capah serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Arrahmaan Pane, Minggu (22/2/2026) di Kantor Wali Kota Medan.

Sofyan menekankan, pemerintah tidak melarang warga berdagang komoditas nonhalal, tetapi mengatur lokasi penjualan agar tidak menimbulkan gangguan lingkungan,

risiko kesehatan, maupun ketidaknyamanan warga di sekitar fasilitas umum, rumah ibadah, dan sekolah.

Menurutnya, penataan ini juga menjadi bentuk perlindungan dan kepastian usaha bagi pedagang.

Pemko Medan telah menyiapkan lokasi khusus di Pasar Petisah dan Pasar Sambu dengan area yang difasilitasi pengelola pasar.

Bahkan, pedagang dibebaskan dari retribusi selama satu tahun dan diusulkan menjadi dua tahun agar lebih nyaman menempati lokasi tersebut.

“Tujuannya agar perdagangan tetap berjalan tertib dan hubungan sosial masyarakat tetap harmonis,” ujarnya.

Citra Effendi Capah menambahkan, surat edaran tersebut pada dasarnya menegaskan kembali aturan yang sudah ada, seperti larangan berjualan di badan jalan, trotoar, dan drainase sesuai perda dan peraturan wali kota.

Kebijakan itu berlaku bagi seluruh pedagang, bukan hanya penjual daging nonhalal.

Ia juga menegaskan tidak ada pembatasan lokasi secara khusus selama pedagang mematuhi ketentuan dan mencantumkan labelisasi produk.

Label diperlukan agar masyarakat mengetahui jenis dagangan yang dijual sehingga tidak terjadi kesalahan pembelian, sebagaimana praktik di restoran, hotel, dan rumah makan.

Kebijakan tersebut, lanjutnya, disusun melalui dialog dan penyerapan aspirasi dari berbagai pihak, termasuk Majelis Ulama Indonesia dan Forum Komunikasi Umat Beragama.

Pemerintah juga telah memediasi keluhan masyarakat di sejumlah lokasi hingga tercapai kesepakatan antara pedagang, tokoh masyarakat, dan aparat setempat.

Menanggapi polemik dan tudingan diskriminasi, Sofyan menyebut perbedaan penafsiran sebagai hal yang wajar.

Pemerintah, katanya, terbuka untuk dialog agar substansi kebijakan dipahami secara utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Kebijakan ini berorientasi pada penataan, bukan pelarangan. Kami ingin menghadirkan solusi yang tertib, adil, dan tetap mendukung keberlangsungan usaha masyarakat di Kota Medan,” tegasnya.(Wis)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Lainnya

Haornas ke-43, Bobby Nasution Berikan Tali Asih untuk Atlet Legendaris Sumut

14 Sep 2026 - 13:37 WIB

Haornas ke-43, Bobby Nasution Berikan Tali Asih untuk Atlet Legendaris Sumut

Rico Waas Komit 35 Persen Anggaran 2027 untuk Medan Utara

14 Sep 2026 - 06:38 WIB

Rico Waas Komit 35 Persen Anggaran 2027 untuk Medan Utara

Wali Kota Medan Tegaskan Suami Jadi Kunci Keberhasilan Ibu Berikan ASI Eksklusif

13 Sep 2026 - 18:18 WIB

Wali Kota Medan Tegaskan Suami Jadi Kunci Keberhasilan Ibu Berikan ASI Eksklusif

Rico Waas Luncurkan E-Loket Pajak, Data Terintegrasi dan Celah Kebocoran Ditekan

8 Sep 2026 - 19:10 WIB

Rico Waas Luncurkan E-Loket Pajak, Data Terintegrasi dan Celah Kebocoran Ditekan

Dongkrak Ekonomi UMKM Medan, Gallery Mustika Deli Catat Omzet Rp509 Juta

3 Sep 2026 - 20:22 WIB

Dongkrak Ekonomi UMKM Medan, Gallery Mustika Deli Catat Omzet Rp509 Juta
Hits di Berita Medan