Foto : Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti, SH saat membuka kegiatan Penguatan Data Dukung, Peninjauan Ulang Verifikasi Administrasi (PUVA) KLA.(ist)
LANGKAT – metrolangkat.com
Pemerintah Kabupaten Langkat memperkuat pemenuhan hak dan perlindungan anak sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA). Tahun ini, Pemkab Langkat menargetkan predikat KLA kategori Madya.
Target tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti, SH saat membuka kegiatan Penguatan Data Dukung, Peninjauan Ulang Verifikasi Administrasi (PUVA) KLA serta Penyusunan Gender Analysis Pathway (GAP) dan Gender Budget Statement (GBS) di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut Evaluasi Mandiri KLA Tahun 2026 sekaligus memperkuat pengarusutamaan gender dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB dan PPA) Kabupaten Langkat, Indri Nugraheni, selaku ketua panitia, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemkab Langkat dalam memperkuat pemenuhan hak dan perlindungan anak serta perempuan.
Menurut Indri, kegiatan juga diarahkan untuk menyempurnakan data dukung pada setiap indikator penilaian KLA berdasarkan hasil Evaluasi Mandiri KLA Tahun 2026.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan menghasilkan data dukung yang lengkap dan sesuai ketentuan sehingga dapat memperkuat proses evaluasi KLA Kabupaten Langkat.
Target Kategori Madya
Tiorita mengapresiasi seluruh pihak yang telah terlibat dalam Evaluasi Mandiri KLA. Ia menyebut Langkat telah memperoleh nilai total 850,14 dalam evaluasi tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Langkat, saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak dan Ibu yang telah mengikuti proses Evaluasi Mandiri KLA dengan mencapai nilai total 850,14. Saya berharap minimal kategori Kabupaten Layak Anak level Madya tahun ini dapat kita peroleh,” ujar Tiorita.
Ia menegaskan, target tersebut harus dibarengi dengan pemenuhan hak anak yang mencakup hak sipil dan kebebasan; lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif; kesehatan dasar dan kesejahteraan; pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya; serta perlindungan khusus bagi anak.
Menurut Tiorita, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memberikan kesempatan kepada pemerintah kabupaten/kota melakukan perbaikan terhadap data dukung yang masih belum lengkap melalui mekanisme PUVA.
Untuk Kabupaten Langkat, penyampaian bukti dukung tambahan dijadwalkan pada 28–30 Oktober 2026.
“Saya berharap kepada Bapak dan Ibu semua agar dapat berperan aktif dalam memperbaiki data dukung KLA sesuai dengan klaster masing-masing. Seluruh kekurangan harus segera dilengkapi dan dipastikan sesuai dengan ketentuan,” tegasnya.
Jangan Berhenti di Tingkat Kabupaten
Tiorita menekankan, upaya pemenuhan hak anak dan perlindungan perempuan tidak boleh hanya berhenti pada level pemerintah kabupaten.
Menurutnya, program dan pelayanan harus benar-benar dirasakan masyarakat hingga tingkat kecamatan, desa dan kelurahan.
“Tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten. Kita harus memastikan program dan layanan benar-benar hadir sampai ke kecamatan, desa dan kelurahan,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah melihat pemenuhan hak anak dan perlindungan perempuan sebagai tanggung jawab bersama, termasuk dalam perencanaan program maupun dukungan pembiayaan.
Tiorita menilai keberhasilan penyelenggaraan KLA membutuhkan keterlibatan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan dukungan lintas sektor.
Penguatan data dukung, katanya, bukan semata-mata menjadi tugas satu perangkat daerah, tetapi membutuhkan koordinasi dan kolaborasi sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Ia berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat komitmen seluruh OPD dalam mendukung evaluasi KLA sekaligus memastikan pembangunan daerah semakin responsif terhadap kebutuhan anak dan perempuan.
“Dengan kerja sama dan kolaborasi yang kuat, saya yakin pelaksanaan ini dapat memberikan hasil yang maksimal, sehingga Kabupaten Langkat semakin maju dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif dan ramah bagi anak,” pungkas Tiorita.(wis)












