Foto : Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengapresiasi kehadiran Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Belawan, Kota Medan, dalam pengungkapan kasus dugaan penyelundupan 1,16 ton ketamin.(Ist)
MEDAN –telisik.co.id
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengapresiasi kehadiran Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Belawan, Kota Medan, dalam pengungkapan kasus dugaan penyelundupan 1,16 ton ketamin.
Menurut Bobby, kehadiran orang nomor satu di institusi Polri tersebut menjadi suntikan semangat bagi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk semakin memperkuat upaya pemberantasan narkoba di Sumatera Utara.
Hal itu disampaikan Bobby Nasution dalam konferensi pers pengungkapan penyelundupan 1,16 ton ketamin yang dirangkai dengan Deklarasi Polisi Bersama Masyarakat Sumut Tolak Narkoba di Terminal Bandar Deli Belawan, Jumat (23/10/2026).
Bobby secara khusus menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kapolri sekaligus berharap kunjungan tersebut membawa perubahan nyata bagi Belawan, kawasan yang menurutnya menghadapi tantangan serius terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
“Mohon izin, Pak Kapolri, kami menyampaikan selamat datang di Sumatera Utara, di Kota Medan, tepatnya di Belawan. Mudah-mudahan kehadiran Pak Kapolri di sini menambah semangat bagi kami, khususnya Forkopimda, TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk memberantas narkoba,” ujar Bobby.
Ia berharap Belawan yang selama ini mendapat sorotan terkait persoalan narkoba dapat bertransformasi menjadi kawasan yang lebih aman dan bersih dari penyalahgunaan narkotika.
Bobby juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolri dan seluruh aparat yang terlibat dalam pengungkapan dugaan penyelundupan 1,16 ton ketamin tersebut.
Menurutnya, keberhasilan menggagalkan masuknya narkotika dalam jumlah besar merupakan langkah penting untuk menyelamatkan masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi bagian dari masa depan bangsa.
Sumut Hadapi Tantangan Besar
Bobby mengakui Sumatera Utara menghadapi tantangan berat dalam pemberantasan narkoba. Ia menyebut Sumut telah bertahun-tahun berada di posisi teratas secara nasional dalam persoalan penyalahgunaan narkotika.
Karena itu, ia berharap kerja sama antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat mampu menekan angka penyalahgunaan narkoba secara signifikan.
“Cita-cita kami kalau bisa turun dari peringkat satu, Pak. Jangan di tiga besar, jangan di lima besar. Kalau bisa paling bontot. Justru kalau bisa seluruh narkoba yang ada di Indonesia ini hilang,” ungkapnya.
Bobby menilai narkoba menjadi salah satu tantangan serius dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Menurutnya, perlindungan terhadap generasi muda harus menjadi prioritas bersama agar mereka dapat tumbuh dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Minta Penindakan Tegas dan Terukur
Dalam kesempatan itu, Bobby juga mengungkapkan pengalamannya ketika masih menjabat sebagai Wali Kota Medan. Ia mengaku pernah merasa geram terhadap maraknya penyalahgunaan narkoba yang berkaitan dengan aksi kejahatan jalanan, termasuk begal.
Ia pun pernah meminta aparat kepolisian mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku kejahatan jalanan yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.
“Dulu pada saat kami di Medan, saking geramnya dengan penyalahgunaan narkoba yang marak di wilayah Medan dan Sumatera Utara, kami pernah menyatakan, minta tindak tegas saja untuk penyalahgunaan narkoba yang beraksi di jalanan, yang membegal dan yang lain,” katanya.
Meski demikian, penindakan terhadap pelaku kejahatan harus tetap dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Bobby optimistis Polda Sumatera Utara bersama seluruh jajaran kepolisian, pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dapat memperkuat upaya membongkar jaringan peredaran narkoba di wilayah tersebut.
Ia berharap melalui sinergi yang semakin solid, Sumatera Utara dapat keluar dari lima besar daerah dengan tingkat penyalahgunaan narkoba tertinggi secara nasional.
“Sehingga nanti Sumatera Utara bisa turun posisinya dari peringkat pertama. Minimal-minimal bisa keluar dari lima besar penyalahgunaan yang ada di Indonesia,” tegas Bobby.
Kehadiran Kapolri dan pengungkapan barang bukti ketamin dalam jumlah besar tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam memerangi narkoba, mulai dari pengungkapan jaringan pemasok hingga pencegahan penyalahgunaan di tengah masyarakat. (wis)


















