Foto : Truck angkut material penimbun terbalik ditengah jalan Dusun V Desa Bubun, Kecamatan Tanjungpura.(ist)
Langkat – telisik.co.id
Proyek penimbunan kawasan pesisir yang dikerjakan PT Aquanur Sinergindo kian disorot.
Selain merusak infrastruktur desa, proyek ini kini diduga kuat menggunakan material ilegal dalam skala besar.
Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, setiap hari sedikitnya 100 truk material masuk ke lokasi proyek.
Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 30 truk yang disebut berasal dari galian C legal. Sisanya, 70 dump truck diduga kuat mengangkut material dari galian C ilegal.
Sumber material ilegal tersebut disebut berasal dari kawasan Batang Serangan, tepatnya di titik yang dikenal sebagai Pante Has, serta dari lokasi galian di Dusun Pancuran, Desa Bulu Telang, Kecamatan Padang Tualang.
Informasi di lapangan juga menyebutkan, galian C ilegal di Dusun Pancuran tersebut diduga milik seorang berinisial Um, yang disebut-sebut aktif menyuplai material ke proyek.
Selain itu, distribusi pasir timbun ke proyek juga dikaitkan dengan seorang rekanan perempuan berinisial EK.
Aktivitas masif pengangkutan material ini berdampak langsung terhadap kondisi jalan warga.
Jalur utama di Desa Bubun, Kecamatan Tanjungpura, yang menjadi lintasan truk-truk bertonase tinggi, kini mengalami kerusakan parah.
Aspal jalan hancur, badan jalan amblas, dan saat hujan turun berubah menjadi kubangan lumpur. Kondisi ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan.
Puncaknya, pada Senin (4/5/2026), sebuah dump truck bermuatan pasir timbun terbalik di Dusun V Desa Bubun.
Diduga truk tersebut kelebihan muatan dan tidak mampu melintasi jalan yang sudah rusak dan licin.
“Setiap hari truk lalu lalang, jalannya hancur. Kalau hujan, kami seperti terisolasi,” keluh warga.
Situasi ini memicu keresahan masyarakat yang merasa dirugikan oleh aktivitas proyek.
Warga menilai tidak ada pengawasan serius terhadap operasional pengangkutan material, terutama terkait dugaan penggunaan galian C ilegal.
Sejumlah pihak mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan, termasuk menelusuri legalitas sumber material dan pihak-pihak yang terlibat dalam rantai distribusi.
Terpisah pihak PT Aquanur Sinergindo yang dikonfirmasi Metrolangkat.com melalui humasnya Saleh, mengaku kalau yang mensuplay materalial ke PT Aquanur adalah buk Ek.
” Satu harinya cuma 40 truck pak dari dua lolasi,yakni pantai Hasan dan Pantai Samuel,jadi masing masing cuma 20 truck ngak sampai 100 truck,” ujarnya.
Disoal areal yang akan ditimbun seluas 10 hektar, Saleh mengatakan kalau pihaknya hanya kebagian 2 hektar saja. ” Kalau kami cuma dua hektar saja yang mengarah kelaut,sedangkan sisanya ada perusahaan lain. Ketusnya.
Ditanya siapa siapa nama perusahaan yang dimaksud, Saleh mengaku tidak mengetahui. Saya kurang mengetahui nama kontraktornya,tapi ada yang sudah menyelesaikan pekerjaanya.” Ucapnya.
” Mengenai jalan yang rusak dan seringnya truck terguling dijalan akibat proyek tersebut, Saleh mengaku telahpun diatasi. ” Jalan nya licin,ya tergelincir trucknya,tapi sudah dievakuasi.” Lirihnya.(Wis)
















