Menu

Otomatis

Berita

Kecelakaan Kerja di PKS CCMO, Disnaker Langkat Angkat Tangan: Kewenangan Dipreteli?

badge-check

Kecelakaan Kerja di PKS CCMO, Disnaker Langkat Angkat Tangan: Kewenangan Dipreteli? Perbesar

Keterangan gambar. Hanya ilustrasi.(int)

LANGKAT |TELISIK.CO.ID

Miris. Upaya perlindungan tenaga kerja di Kabupaten Langkat kembali dipertanyakan.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Kabupaten Langkat yang selama ini menjadi tumpuan harapan buruh

Justru mengaku tidak memiliki kewenangan untuk menindaklanjuti kasus kecelakaan kerja yang menimpa seorang pekerja pabrik kelapa sawit.

Insiden tragis itu dialami Priski (20), seorang pekerja bagian maintenance mekanik di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) CCMO yang beralamat di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang.

Korban dilaporkan tercebur ke dalam tangki air panas saat menjalankan tugas, mengakibatkan luka bakar serius dengan hampir 50 persen tubuh mengalami lepuhan.

Ironisnya, kecelakaan kerja tersebut diduga kuat terjadi akibat lemahnya penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Bahkan, muncul dugaan bahwa PKS CCMO tidak memiliki sertifikat Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)

sehingga korban disebut tidak dibekali alat pelindung diri (APD) yang memadai saat bekerja di area berisiko tinggi.

Menanggapi hal itu, Kepala Disnakertran Kabupaten Langkat Rajanami mengaku tidak mengetahui adanya kecelakaan tersebut.

Ia menyebutkan bahwa pihaknya tidak lagi memiliki kewenangan dalam penanganan kecelakaan kerja di perusahaan.

“Maaf bang, kalau terkait kecelakaan kerja, kami di Langkat tidak punya kewenangan.

Kewenangan itu sudah diambil alih Dinas Provinsi Sumatera Utara. Kami hanya menangani perselisihan kerja dan PHK,” singkatnya.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara Juliani Siregar saat dikonfirmasi via seluler, Selasa (20/1/2026), mengaku belum menerima laporan terkait insiden tersebut.

“Anggota kami di bagian pengawasan belum melaporkan. Terima kasih informasinya, ini akan segera kami tindaklanjuti,” ujarnya.

Juliani menegaskan, apabila dalam pemeriksaan ditemukan adanya kelalaian perusahaan, termasuk tidak diterapkannya SMK3 dan SOP keselamatan kerja, maka pihaknya tidak akan ragu menjatuhkan sanksi.

“Jika terbukti ada unsur kelalaian, perusahaan bisa dikenakan sanksi administratif hingga pidana,” tegasnya.

Kini publik menanti keseriusan pemerintah dalam memastikan keselamatan buruh benar-benar menjadi prioritas.

Jangan sampai para pekerja pabrik hanya dipandang sebagai alat produksi semata—diperas tenaganya, lalu ditinggalkan saat keselamatan dan nyawa menjadi taruhan.(Red)

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Lainnya

Ketua Gapensi Langkat Kecewa Sikap Plh Kadis Pendidikan, Singgung Isu Fee Proyek 17 Persen

15 Sep 2026 - 08:34 WIB

Ketua Gapensi Langkat Kecewa Sikap Plh Kadis Pendidikan, Singgung Isu Fee Proyek 17 Persen

Penjual Lukisan Tewas Diduga Tertimpa Ranting Pohon di Lapangan Merdeka Binjai

14 Sep 2026 - 19:15 WIB

Penjual Lukisan Tewas Diduga Tertimpa Ranting Pohon di Lapangan Merdeka Binjai

Wagub Surya  SKB RBI, Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

14 Sep 2026 - 18:49 WIB

Wagub Surya  SKB RBI, Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Gubernur Bobby Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo

12 Sep 2026 - 15:50 WIB

Gubernur Bobby Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo

Tiorita Giring Gubernur Bobby Kelokasi Jalan Longsor di Desa Telagah, Sei Bingei

12 Sep 2026 - 12:42 WIB

Tiorita Giring Gubernur Bobby Kelokasi Jalan Longsor di Desa Telagah, Sei Bingei
Hits di Berita