Foto : Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Andre Rosiade memuji kinerja Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution.(ist)
MEDAN — telisik.co.id
Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Andre Rosiade memuji kinerja Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution dalam mendorong pembangunan di berbagai sektor.
Menurut Andre, Bobby merupakan sosok gubernur yang bekerja keras dan berani melakukan berbagai terobosan pembangunan, khususnya di bidang infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.
“Pak Bobby ini luar biasa, gubernur yang bekerja keras,” ujar Andre Rosiade dalam acara pelantikan Pengurus Wilayah Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Sumatera Utara periode 2024-2029 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Sabtu (26/9/2026).
Andre yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR RI menyebutkan, kemampuan fiskal Sumatera Utara relatif besar dibandingkan Sumatera Barat.
“Sumatera Utara itu APBD-nya dua kali daripada Sumatera Barat. Jadi kekuatan anggaran Sumatera Utara tidak bisa kita imbangi,” katanya.
Menurutnya, kekuatan fiskal tersebut dapat menjadi modal bagi Pemprov Sumut untuk mempercepat pembangunan berbagai proyek strategis daerah.
Salah satu yang disorot Andre adalah rencana pembangunan akses jalan menuju kawasan Berastagi melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).
“Beliau akan memakai konsep kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) berbasis APBD.
Karena APBD Sumut ini luar biasa. Langkah ini terobosan luar biasa yang akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah,” ujarnya.
Andre juga menyebut sejumlah proyek konektivitas yang menurutnya menjadi perhatian Pemprov Sumut,
termasuk penyelesaian pembangunan jalan tol menuju kawasan Danau Toba serta konektivitas jalur kereta api dari Aceh menuju Sumatera Utara.“Insyaallah akan segera digenjot beliau,” ucapnya.
Andre kemudian membandingkan pembangunan infrastruktur di Sumatera Utara dengan Sumatera Barat.
Ia menyebut pembangunan jalan tol Sicincin-Bukittinggi di Sumatera Barat direncanakan mulai dikerjakan pada akhir 2026 dengan nilai anggaran sekitar Rp29 triliun yang bersumber dari APBN.
Dalam kesempatan tersebut, Andre mengajak keluarga besar IKM dan masyarakat Minang yang berada di Sumatera Utara untuk mendukung berbagai program pembangunan pemerintah daerah.
Ia berharap pembangunan infrastruktur di Sumut juga diikuti dengan perluasan konektivitas dan pembukaan lapangan kerja, termasuk bagi masyarakat perantau, khususnya warga Minang.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak masyarakat Minang untuk menggali potensi industri halal sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi daerah.
Bobby mengatakan, potensi ekonomi berbasis keumatan masih cukup besar dan belum sepenuhnya dikembangkan.
“Potensi dari sisi keumatan yang belum pernah ataupun jarang sekali kita sentuh yaitu industri halal yang ada di wilayah kita,” kata Bobby.
Menurutnya, keberadaan lembaga khusus yang menangani jaminan produk halal membuka ruang yang lebih luas untuk mengembangkan ekosistem industri halal, bukan sekadar persoalan sertifikasi.
“Hari ini Bapak Presiden sudah membuat badan tersendiri, badan halal.
Dulunya kalau kita bilang badan halal, orang tahu ini hanya tempat untuk sertifikat halal. Bukan hanya itu.
Tapi ini bagaimana kita bisa menggali potensi industri halal yang ada di daerah kita,” jelasnya.
Bobby juga menilai masyarakat Minang memiliki pengalaman panjang dalam membangun kehidupan ekonomi di daerah perantauan.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi serta membangun komunitas menjadi salah satu kekuatan masyarakat Minang dalam mengembangkan perekonomian di berbagai daerah.
Ia berharap potensi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Sumatera Utara.(wis)















