FOto : Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Langkat, Tiorita Br. Surbakti, S.H.(ist)
STABAT –telisik.co.id
Pembangunan jembatan senilai sekitar Rp1 miliar di Desa Sei Musam, Kecamatan Batang Serangan, menjadi pintu masuk bagi rencana kolaborasi yang lebih besar antara PT Rapala Group dan Pemerintah Kabupaten Langkat.
Tak hanya membantu memulihkan akses masyarakat yang terdampak longsor, perusahaan tersebut juga berencana membangun fasilitas pabrik dan hilirisasi di Kecamatan Besitang. Investasi ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan di Langkat.
Komitmen itu disampaikan Kepala Departemen Umum PT Rapala Group, Lambok Evalina Hutapea, S.E., saat memimpin audiensi bersama jajaran perusahaan dengan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Langkat, Tiorita Br. Surbakti, S.H., di Rumah Dinas Bupati Langkat, Kamis (8/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Lambok menjelaskan bahwa pihaknya telah meninjau sejumlah wilayah di Langkat, termasuk Kecamatan Sei Bingai dan Sirapit, untuk melihat kondisi masyarakat dan mengidentifikasi kebutuhan pembangunan.
Dari hasil peninjauan itu, Rapala menyatakan kesiapannya membiayai pembangunan jembatan di Desa Sei Musam yang mengalami kerusakan akibat longsor. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mendukung mobilitas warga dan aktivitas ekonomi setempat.
“Pembangunan jembatan ini merupakan bentuk kontribusi dan komitmen PT Rapala Group dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Kabupaten Langkat. Kami berharap keberadaan jembatan tersebut dapat membantu mobilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Lambok.
Jembatan Rusak, Akses Warga Jadi Perhatian
Kerusakan jembatan akibat longsor menjadi persoalan yang perlu segera ditangani. Infrastruktur penghubung bukan sekadar bangunan fisik, tetapi juga penopang aktivitas masyarakat, mulai dari mobilitas sehari-hari hingga pergerakan hasil usaha.
Karena itu, rencana pembangunan jembatan di Sei Musam menjadi salah satu poin penting dalam audiensi tersebut. Rapala menyatakan pembangunan akan dibiayai perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Tiorita menyambut positif komitmen tersebut. Ia mengapresiasi dukungan perusahaan dan menyatakan akan meninjau langsung lokasi pembangunan dalam waktu dekat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Langkat dan masyarakat, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan yang telah diberikan PT Rapala Group, melalui program pembangunan infrastruktur yang sangat membantu masyarakat,” ujar Tiorita.
“Kami sangat mengapresiasi rencana pembangunan jembatan ini. Dalam waktu dekat saya akan meninjau langsung lokasi tersebut. Bantuan ini tentu sangat berarti bagi masyarakat dan akan menjadi bagian penting dalam mendukung konektivitas wilayah,” katanya.
Dari Jembatan, Berlanjut ke Hilirisasi Besitang
Di balik rencana pembangunan jembatan, Rapala juga membawa agenda investasi yang lebih besar. Perusahaan berencana membangun fasilitas pabrik dan hilirisasi di Kecamatan Besitang.
Rencana tersebut berpotensi menjadi peluang bagi pengembangan ekonomi daerah apabila direalisasikan dengan baik. Hilirisasi memungkinkan komoditas perkebunan diolah lebih lanjut sehingga nilai tambahnya tidak berhenti pada produksi bahan mentah.
Kehadiran fasilitas pengolahan juga diharapkan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat setempat dan menggerakkan kegiatan ekonomi di sekitar kawasan usaha.
Namun, realisasi rencana itu tetap membutuhkan tahapan persiapan, pemenuhan persyaratan perizinan, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan perangkat terkait.
Dalam audiensi tersebut, pihak perusahaan turut meminta dukungan Pemkab Langkat terkait proses perizinan usaha perkebunan yang sedang maupun akan diajukan.
Menanggapi hal itu, Tiorita menegaskan pemerintah daerah terbuka terhadap investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Meski demikian, seluruh proses harus tetap mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Pemerintah Kabupaten Langkat pada prinsipnya mendukung investasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah. Tentunya seluruh proses akan dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.
Jangan Berhenti pada Komitmen
Bagi Langkat, pembangunan infrastruktur dan masuknya investasi merupakan dua hal yang saling berkaitan. Jalan dan jembatan yang memadai mendukung mobilitas, sedangkan investasi yang dikelola dengan baik dapat memperluas kesempatan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal.
Meski demikian, manfaat tersebut baru benar-benar dirasakan apabila rencana diwujudkan melalui pekerjaan nyata, proses perizinan yang tertib, serta pelaksanaan yang memperhatikan kepentingan masyarakat dan lingkungan.
Pembangunan jembatan Sei Musam kini menjadi salah satu komitmen yang dinantikan masyarakat. Sementara itu, rencana pabrik dan hilirisasi di Besitang masih memerlukan proses lanjutan sebelum dapat memberikan dampak ekonomi secara langsung.
Tiorita berharap kerja sama Pemkab Langkat dengan PT Rapala Group tidak berhenti pada satu proyek infrastruktur, tetapi berkembang menjadi kemitraan jangka panjang yang mampu mendorong pembangunan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan warga.
“Pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Semua membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha. Karena itu, kami berharap sinergi yang telah terbangun dengan PT Rapala Group dapat terus berlanjut demi mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Langkat,” pungkasnya.
Audiensi tersebut menjadi langkah awal penguatan kerja sama antara Pemkab Langkat dan PT Rapala Group, dengan agenda pembangunan jembatan, rencana investasi hilirisasi, serta dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.(Wis)















